Tahun Ini, 517 Sekolah Harus Unas Online

154

SEMARANG – Jawa Tengah tahun ini ditarget bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau computer based test (CBT) di 517 sekolah mulai jenjang SMP sampai SMA. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya diterapkan 87 sekolah. DPRD meminta agar pemprov maupun pemerintah kabupaten/kota benar-benar siap untuk menghadapi ujian nasional berbasis komputer tersebut.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Muh Zen Adv mengatakan, Dinas Pendidikan Pemprov Jateng dan kabupaten/kota harus menyiapkan diri. Karena dalam sistem ini infrastruktur pendidikan berupa komputer harus sudah ada. Misalnya untuk 300 siswa harus ada 100 komputer ditambah 15 untuk cadangan. Karena tahun lalu pelaksanaan unas dibagi tiga shift. ”Kementerian Pendidikan tahun ini menarget 517 sekolah di Jateng harus melakukan UNBK. Ini sangat banyak, jadi butuh persiapan matang,” katanya, kemarin.

Berkaca pengalaman tahun lalu pelaksanaan UNBK ini harus mendapat perhatian serius. Waktu yang mepet sedangkan infrastruktur pendidikan yang kurang maksimal justru bisa menjadi penghambat. Sebab, pelaksanaan UNBK hanya tinggal satu bulan, karena Maret mendatang sudah dimulai unas. ”Tahun lalu saja banyak yang mundur karena belum memiliki komputer yang cukup,” ujarnya.

Dalam praktiknya, pelaksanaan unas model baru ini ternyata justru pemborosan anggaran. Karena tidak semua sekolah memiliki komputer yang memadai. Selain itu, pengawas unas juga mengeluh karena harus bekerja mulai pagi sampai sore hari. Sementara untuk biaya pengawasan satu hari tahun lalu hanya Rp 50 ribu. ”Ini bisa terjadi disparitas pendapatan antara pengawas model unas dengan yang lama. Honornya sama, tapi jam pengawasan lebih lama,” tambahnya.

Komisi E DPRD Jawa Tengah bakal memantau kesiapan sekolah untuk menerapkan unas dengan model baru tersebut. Di antaranya di Kendal, Semarang, Demak dan Kudus. Tahun kedua ini diharapkan semua sekolah sudah harus siap untuk melaksanakannya. Meski begitu, ternyata sejumlah siswa justru mengaku mengeluh karena terkadang komputer mati dan error di tengah jalan. ”Kalau sudah error kan harus mengulang dari awal, bisa saja siswa sudah down duluan. Sekolah harus banyak melakukan try out dan latihan unas dengan model baru ini,” tambah anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Rusdiyanto. (fth/zal/ce1)