ENERGI TERBARUKAN: Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang Ulfi Imran Basuki (kedua dari kanan) berbincang dengan perwakilan dari Dubes Denmark, Ian Rowland, di TPA Jatibarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ENERGI TERBARUKAN: Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang Ulfi Imran Basuki (kedua dari kanan) berbincang dengan perwakilan dari Dubes Denmark, Ian Rowland, di TPA Jatibarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ENERGI TERBARUKAN: Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang Ulfi Imran Basuki (kedua dari kanan) berbincang dengan perwakilan dari Dubes Denmark, Ian Rowland, di TPA Jatibarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ENERGI TERBARUKAN: Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang Ulfi Imran Basuki (kedua dari kanan) berbincang dengan perwakilan dari Dubes Denmark, Ian Rowland, di TPA Jatibarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Rencana Pemkot Semarang untuk mengembangkan energi listrik berbahan sampah sepertinya segera terwujud. Kerajaan Denmark selaku pihak yang bersedia memberikan hibah murninya untuk manajemen lingkungan hidup dan energi terbarukan tengah merampungkan pembuatan feasibility study (FS) dan Detail Engineering Design (DED).

”Dua minggu lagi kami akan ke sini untuk input FS. Sementara untuk laporan DED-nya kami targetkan akhir April,” ungkap Konselor dari Kedutaan Kerajaan Denmark, Jacob Stensdal Hansen di sela-sela kunjungannya ke TPA Jatibarang Semarang, Rabu (27/1).

Ia mengatakan, TPA Jatibarang memiliki potensi yang luar biasa untuk pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Selain lokasinya yang luas, kapasitas sampah yang ada di lokasi itu mampu menghasilkan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik warga sekitar. ”Saya confident (percaya diri) program ini akan sukses,” katanya.