TUMBUH POSITIF : Penjualan AC mengalami pertumbuhan signifikan seiring pembangunan hotel dan proyek infrastruktur perkantoran. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUMBUH POSITIF : Penjualan AC mengalami pertumbuhan signifikan seiring pembangunan hotel dan proyek infrastruktur perkantoran. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUMBUH POSITIF : Penjualan AC mengalami pertumbuhan signifikan seiring pembangunan hotel dan proyek infrastruktur perkantoran. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUMBUH POSITIF : Penjualan AC mengalami pertumbuhan signifikan seiring pembangunan hotel dan proyek infrastruktur perkantoran. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Penjualan elektronik air conditioner (AC) mengalami peningkatan signifikan. Seiring dengan bertambahnya jumlah hotel dan realisasi proyek infrastruktur perkantoran di Kota Semarang dan Jateng, yang membutuhkan perangkat penyejuk udara atau pendingin ruangan.

“Satu proyek hotel bisa membeli perangkat AC hingga 500 unit. Termasuk proyek apartemen. Sehingga dalam satu bulan, kami membukukan penjualan hingga puluhan ribu unit AC. Bahkan pembelinya bukan hanya dari Kota Semarang, namun juga berasal dari luar kota,” kata kata Direktur Atlanta Electronics, Santoso Kurniadi, ditemui Jawa Pos Radar Semarang usai acara pengundian hadiah untuk konsumen di Ruko Ngaliyan Square Jalan Prof Dr Hamka, Semarang, Rabu (27/1) kemarin.

Bahkan, katanya, pertumbuhan penjualan AC pada bulan Januari 2016 ini, sangat mengejutkan. Ia mengakui, turunnya harga BBM biasanya diikuti oleh turunnya harga barang kebutuhan. Namun kali ini barang tidak mengalami penurunan.

“Terutama jenis elektronik AC justru permintaan banyak. Secara otomatis, jika permintaan barang naik, maka harga barang juga naik. Hukum ekonomi kan seperti itu,” katanya.

Kenaikan permintaan barang elektronik jenis AC ini meningkat mencapai 15 persen. “Kalau sebelumnya hanya 3 persen, kini naik menjadi menjadi 15 persen. Selain itu, naiknya permintaan AC juga dipengaruhi oleh suhu udara yang panas meski di musim penghujan,” katanya.

AC sendiri merupakan barang yang dipakai secara permanen. Dalam market AC, pembeli mencari produk. Bukan produk mencari pembeli. Bahkan untuk bisa mendapatkannya, pembeli harus melakukan pemesanan terlebih dahulu. “Sehingga barang begitu datang, tidak mandek di gudang. Jika sampai mandek di gudang, penjual mengalami kerugian. Ini namanya pasar,” katanya.

Tidak hanya di Kota Semarang, penjualan AC juga merambah hingga ke Bali dan Makassar. “Hotel berbintang memang banyak bermunculan,” pungkasnya. (amu/ida)