BANJIR: Jalan Desa Waru, Kecamatan Mranggen yang terendam air luapan Sungai Dolog dan Sungai Dombo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANJIR: Jalan Desa Waru, Kecamatan Mranggen yang terendam air luapan Sungai Dolog dan Sungai Dombo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANJIR: Jalan Desa Waru, Kecamatan Mranggen yang terendam air luapan Sungai Dolog dan Sungai Dombo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANJIR: Jalan Desa Waru, Kecamatan Mranggen yang terendam air luapan Sungai Dolog dan Sungai Dombo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK- Hujan deras yang mengguyur wilayah Demak selatan memicu meluapnya sungai-sungai yang ada di Kecamatan Mranggen. Salah satunya air sungai melimpas dan membanjiri jalan raya utama di Desa Waru, Kecamatan Mranggen. Jalan penghubung Onggorawe-Mranggen tersebut setiap tahun menjadi langganan banjir. Ini terjadi lantaran jalan raya tersebut posisinya yang rendah dan sejajar dengan bibir sungai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Demak, Anjar Gunadi mengatakan, adanya banjir dengan ketinggian setengah meter di jalan raya Desa Waru tersebut cukup mengganggu arus lalulintas kendaraan. “Banjir ini terjadi akibat Sungai Dolog dan Sungai Dombo meluap,”katanya didampingi Sekretaris BPBD, Listiyo Marsono, kemarin.

Untuk mengatasi banjir yang merendam jalan, halaman rumah dan areal persawahan itu, BPBD telah memasok 5 ribu karung yang digunakan untuk peninggian tanggul. “Sudah ada permintaan karung dari pemerintah desa setempat,”ujarnya.

Selain banjir tersebut, kini BPBD juga masih mewaspadai tanggul kritis di Desa Ngelokulon, Kecamatan Mijen. Tanggul tersebut retak 30 meter tepat di bantaran Sungai Wulan. Tanggul tersebut sebelumnya telah diperbaiki, namun terus ambles. Selain itu, tanggul kritis sepanjang 25 meter juga terdapat di Sungai Cabean, tepatanya di wilayah Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen. “Jadi, kita terus siaga untuk mengantisipasi tanggul yang kritis tersebut,”katanya.(hib/aro)