JELAJAH HUTAN : Jajaran Perhutani Regional Jawa Tengah dan Perhutani Banyumas saat menggelar aksi trabas atau jelajah hutan di Cilacap. (DOK FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
JELAJAH HUTAN : Jajaran Perhutani Regional Jawa Tengah dan Perhutani Banyumas saat menggelar aksi trabas atau jelajah hutan di Cilacap. (DOK FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
JELAJAH HUTAN : Jajaran Perhutani Regional Jawa Tengah dan Perhutani Banyumas saat menggelar aksi trabas atau jelajah hutan di Cilacap. (DOK FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
JELAJAH HUTAN : Jajaran Perhutani Regional Jawa Tengah dan Perhutani Banyumas saat menggelar aksi trabas atau jelajah hutan di Cilacap. (DOK FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Untuk memupuk rasa kebersamaan dan mempererat jiwa korsa antar jajaran di lingkungan Perum Perhutani Regional Jawa Tengah, belum lama ini digelar kegiatan jelajah di hutan Tegal Luhur, di Desa Telagasari, Kecamatan Cimangguk, Kota Cilacap, Jawa Tengah. Dengan menggunakan sepeda motor trail atau biasa disebut trabas hutan, kegiatan itu sekaligus memperkenalkan wilayah hutan terhadap jajaran Perhutani.

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 pejabat Perhutani Regional Jawa Tengah, Administratur Kepala Perhutani Banyumas Timur dan Barat beserta staf Perhutani dengan menempuh jarak sekitar 30 kilometer. Sebelum start untuk memulai trabas hutan, digelar pembinaan karyawan berupa evaluasi produksi tahun 2015 dan strategi pencapaian produksi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2016.

“Kegiatan trabas atau jelajah hutan ini menjadi salah satu cara mengenalkan wilayah hutan kepada seluruh jajaran kami. Selain itu, untuk mempererat persaudaraan dan jiwa korsa. Dengan berkegiatan di alam bebas ini, antara pimpinan dan bawahan bisa saling membaur. Sehingga terjalin komunikasi positif dengan seluruh jajaran Perhutani. Tentu saja, akan berimbas pada peningkatkan kualitas kerja,” kata Administratur KPH Banyumas Barat, Setiawan.

Kondisi jalan setapak berupa tanah berbatu dan lumpur di hutan Tegal Luhur membuat para pecandu trabaskerepotan menaklukkan medan. Apalagi banyak peserta yang masih menggunakan motor trail dengan kapasitas mesin standar. Padahal jalur off road yang ditempuh berkelok dan menanjak cukup terjal. Sehingga mereka kerepotan untuk melibas medan terjal hutan Tegal Luhur itu. Setelah menjelajah sejauh 30 kilometer, para pecinta sepeda motor trail pun masuk di garis finish tepatnya di Desa Pengadegan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

“Kebanyakan sepeda motor trail yang dipakai masih bermesin standar. Sehingga tidak sedikit peserta yang sepeda motor trailnya kesulitan menanjak. Bahkan ada yang terjatuh. Kendati demikian, kami semua sukses sampai finish dengan selamat,” ujar Wakil Administratur Banyumas Barat, Kamaludin. (tyo/adv/ida)