OPERASI : Polres Pekalongan rutin menggelar operasi dan razia angkutan barang dan kendaraan pribadi. Razia bertujuan meminimalisir kejahatan dan pelaku terorisme lewat pantura. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
OPERASI : Polres Pekalongan rutin menggelar operasi dan razia angkutan barang dan kendaraan pribadi. Razia bertujuan meminimalisir kejahatan dan pelaku terorisme lewat pantura. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
OPERASI : Polres Pekalongan rutin menggelar operasi dan razia angkutan barang dan kendaraan pribadi. Razia bertujuan meminimalisir kejahatan dan pelaku terorisme lewat pantura. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
OPERASI : Polres Pekalongan rutin menggelar operasi dan razia angkutan barang dan kendaraan pribadi. Razia bertujuan meminimalisir kejahatan dan pelaku terorisme lewat pantura. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Walaupun sudah rutin menggelar razia cipta kondisi untuk angkutan pribadi dan barang di jalur pantura, polisi masih mewaspadai penumpang di kendaraan umum luar kota, terutama bus malam. Karena, bisa menjadi tumpangan yang aman bagi pelaku kriminal dan teroris.

“Alhamdulillah, sejak kami rutin setiap hari operasi cipta kondisi, wilayah kami terbilang kondusif dan aman,” ucap Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Supadi, Selasa (26/1). Diungkapkannya, operasi rutin yang digelar otomatis mempersempit ruang bagi pelaku kriminal dan teroris. Karena selain pengendara angkutan pribadi dan barang, penghuni rumah tinggal sementara juga rutin di razia.

“Karena rutin, pengendara yang lewat pantura kini mikir dua kali jika ingin berbuat kriminal, terutama membawa barang terlarang. Seperti peledak, sajam dan senpi, karena akan langsung ditindak,” jelasnya.