DEMAK- Para pejabat pembuat komitmen (PPK) maupun pengguna anggaran atau pejabat lainnya yang mengurusi soal proyek yang menggunakan APBD di lingkungan Pemkab Demak tidak perlu takut lagi dalam menjalankan tugasnya. Hal ini diperlukan agar serapan anggaran pembangunan di daerah dapat lebih maksimal.

Demikian disampaikan Kajari Demak Nur Asiyah disela mengisi konsolidasi pelaksanaan APBD 2016 yang tertib administrasi, tepat waktu dan taat hukum yang berlangsung di Pendopo Kabupaten, kemarin.

Nur Asiyah selaku Ketua Tim Pengawalan, Pengamanan, Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) mengatakan, kejaksaan akan melakukan pendampingan penggunaan anggaran yang dijalankan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemkab Demak. “Pejabat tidak boleh takut. Kalau ada masalah segera dibicarakan untuk dicarikan solusinya. Yang terpenting adalah, syarat administrasi harus bagus dulu. Kalau administrasi bagus, tentu pelaksanaan programnya juga bagus,” katanya.

Menurutnya, sebagai pendamping sekaligus pengawas, kejaksaan akan melihat laporan keuangan dari SKPD terkait. Karena itu, jika ada kekurangan administrasi maka dapat dilengkapi atau dibenahi. “Oleh karenanya, kita tidak langsung menindak. Kita kedepankan upaya pencegahan. Ini supaya tidak ada rasa takut lagi bagi pejabat dalam mengelola keuangan khususnya terkait pengadaan,”ujar Nur Asiyah yang asli dari Sulawesi Selatan ini.

Menurutnya, upaya pendampingan tersebut dilakukan karena selama ini serapan anggaran pembangunan sangat rendah baik secara nasional maupun di daerah. Ini terjadi lantaran pejabat mengalami ketakutan luar biasa terkena proses hukum atau diperiksa kejaksaan. Akibatnya, banyak pejabat yang enggan menjalankan tugasnya secara maksimal karena ingin selamat dalam bertugas.

Sekda Pemkan Demak Singgih Setyono mengatakan, pihaknya juga meminta pejabat di lingkungan Pemkab Demak tidak takut lagi dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, pada 2016 ini serapan anggaran diharapkan lebih bagus lagi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2015 lalu, serapan anggaran mencapai 89,42 persen. “Kita berharap, tahun ini serapan anggarannya lebih baik lagi,” katanya.