FENOMENA TAHUNAN: Menjelang hari raya Idul Adha harga daging sapi di kota semarang mengalami peningkatan menjadi Rp 110 ribu per kilo. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FENOMENA TAHUNAN: Menjelang hari raya Idul Adha harga daging sapi di kota semarang mengalami peningkatan menjadi Rp 110 ribu per kilo. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Harga daging sapi di pasar tradisional terus merangkak. Kenaikan mencapai Rp 8 ribu perkilogramnya. Yakni dari Rp 90 ribu kini menjadi Rp 98 ribu perkilogram. Kenaikan harga tersebut memicu harga makanan yang berbahan baku daging sapi, seperti bakso juga naik. Kendati mengalami kenaikan, namun stok daging sapi relatif normal.

Eko Purnomo, 33, seorang penjual bakso, di Kecamatan Cepiring terpaksa harus menaikkan harga basonya dari Rp 12 ribu menjadi Rp 13 ribu per porsinya. “Ya, harga bahan baku bakso yakni daging sapi naik, praktis kami harus ikut menaikkan agar tidak merugi,” katanya, Selasa (16/6).

Diakuinya, harga daging sapi yang dibelinya di Pasar Kendal hampir tembus Rp 98 ribu per kilogram. Harga daging sapi terus merangkak naik sejak natal dan pergantian tahun baru. “Saat itu harga sudah mencapai Rp80 ribu lebih, dan terus merangkak naik hingga nyaris mencapai Rp 98 ribu perkilogramnya,” lanjutnya.

Sariatun,41, pedagang daging sapi di Pasar Kendal mengatakan harga daging sapi memang relatif merangkak naik sejak akhir tahun lalu. Ia sendiiri tidak mengetahui penyebab kenaikan harga daging.“Untuk stok tidak ada masalah, hanya saja pembeli berkurang karena mahal. Yang ada, mereka yang memang buka usaha yang berkaitan dengan bahan baku daging sapi. Sedangkan konsumen rumahan sangat berkurang,” katanya.

Dia berharap, pemerintah setempat segera memberikan solusi, supaya pedagang daging sapi tidak kehilangan pelanggan. Selain itu, masyarakat juga dapat mengonsumsi daging sapi dengan harga terjangkau. “Semoga segera ada solusi, dan harganya terjangkau,” imbuhnya. (bud/zal)