Terpisah, penasihat hukum Dyah Ayu, Ahmad Hadi Prayitno, mengapresiasi upaya MAKI yang menggugat praperadilan. Namun advokat yang akrab disapa Prayitno itu menilai, gugatan MAKI tersebut tidak menyentuh persoalan.

Dia memperkirakan, gugatan tersebut akan ditolak, karena objeknya tidak jelas. Ia menganggap gugatan itu hanya untuk mencari popularitas saja, karena tanpa praperadilan pun kejaksaan akan mengajukan Dyah Ayu ke persidangan. ”Saya berharap MAKI juga mau bergerak, agar penanganan perkara Dyah Ayu ini tidak hanya berhenti dalam dua tersangka saja. Dipersidangankan jelas majelis hakim dalam perkara Suhantoro memerintahkan ada tersangka lain,” kata Prayitno.

Menyikapi gugatan tersebut, Kepala Kejari Semarang, Reza Pahlevi melalui Kasi Tipidsus, Sutrisno Margi Utomo, menyatakan, siap menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan MAKI. ”Kami akan ikuti proses hukum yang berjalan,” tandasnya. (jks/aro/ce1)