Dituntut 3,5 Tahun, Suhantoro Tertawa

226
TETAP CERIA: Suhantoro saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP CERIA: Suhantoro saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP CERIA: Suhantoro saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP CERIA: Suhantoro saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Mantan Kepala UPTD Kasda Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Suhantoro, terancam akan lebih lama lagi mendekam di sel penjara. Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang menuntutnya dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan atau 3,5 tahun dalam kasus dugaan gratifikasi raibnya dana deposito Kasda milik Pemkot Semarang di Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Cabang Pandanaran Semarang senilai Rp 22,7 miliar. Sebelumnya, Suhantoro telah divonis 2 tahun 3 bulan atau 27 bulan penjara dalam kasus korupsi dana hibah KONI Kota Semarang 2012/2013.

Anehnya, dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (26/1) kemarin, Suhantoro tampak santai dan justru beberapa kali tersenyum lebar. Tak ada raut wajah sedih, ataupun sampai menangis begitu JPU membacakan tuntutan yang hanya berlangsung sekitar 10 menit tersebut. Dalam sidang yang berlangsung cepat itu, JPU hanya membacakan tuntutan pidananya saja setelah kuasa hukum dan terdakwa bersedia untuk dibacakan langsung pokoknya. JPU tidak membacakan pertimbangan dan fakta hukum selama persidangan.