Batik Rifaiyah Terancam Punah

493
PERHATIKAN BATIK : Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo saat melakukan kunjungan ke pameran Batik Rifaiyah, di Desa Kalipucang Wetan, Batang. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PERHATIKAN BATIK : Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo saat melakukan kunjungan ke pameran Batik Rifaiyah, di Desa Kalipucang Wetan, Batang. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PERHATIKAN BATIK : Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo saat melakukan kunjungan ke pameran Batik Rifaiyah, di Desa Kalipucang Wetan, Batang. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PERHATIKAN BATIK : Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo saat melakukan kunjungan ke pameran Batik Rifaiyah, di Desa Kalipucang Wetan, Batang. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG – Lantaran kurang populer dan hanya sedikit yang menekuni, Batik Rifaiyah yang ada di Kabupaten Batang terancam punah. Selasa (26/01), masyarakat pecinta batik di Kabupaten Batang menggelar pameran Perayaan Batik Rifaiyah, di Balai Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang.

Bahkan pihak panitia juga mengundang sejumloh sejarawan, baik dari dalam dan luar negeri, untuk berdiskusi tentang Batik Rifaiyah. Mengingat batik tersebut sudah sejak lama ditekuni masyarakat Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang. Dimana dalam seni membatiknya dipengaruhi seni Islam Rifa’iyah, dan kini sudah sangat sedikit masyarakat yang menekuni.

Terlebih Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang sendiri, memang belum populer. Meski memiliki potensi yang luar bisa untuk dikembangkan, dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Namun kurang minatnya warga untuk mengembangkan, dan semakin menurunnya jumlah pembatik di Desa Kalipucang Wetan, menjadi keprihatinan banyak pihak.