ADU KEMAMPUAN: Salah seorang bartender wanita mempertontonkan aksi juggling pada ”Flair Bartender Competition” di Carnivor Skybar and Grill, Hotel Grand Edge, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADU KEMAMPUAN: Salah seorang bartender wanita mempertontonkan aksi juggling pada ”Flair Bartender Competition” di Carnivor Skybar and Grill, Hotel Grand Edge, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADU KEMAMPUAN: Salah seorang bartender wanita mempertontonkan aksi juggling pada ”Flair Bartender Competition” di Carnivor Skybar and Grill, Hotel Grand Edge, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADU KEMAMPUAN: Salah seorang bartender wanita mempertontonkan aksi juggling pada ”Flair Bartender Competition” di Carnivor Skybar and Grill, Hotel Grand Edge, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Bartender atau peracik minuman merupakan profesi yang lekat dengan dunia hiburan malam. Padahal di sisi lain keahlian bartender tidak boleh dianggap enteng. Teknik juggling hingga meracik minuman agar bisa dinikmati mempunyai kesulitan dan cara tersendiri.

Aksi berbahaya dan menegangkan seperti flair hingga juggling flair diperagakan oleh puluhan bartender dalam lomba ”Flair Bartender Competition” di Carnivor Skybar and Grill, Hotel Grand Edge Semarang, Selasa (26/1) petang.

Sebanyak 45 peserta se-Jawa dan Bali diwajibkan melakukan atraksi dan menyajikan racikan minuman terbaik untuk menjadi juara. Lomba tersebut dibagi beberapa nomor yakni making product dan best move flair. ”Kegiatan ini untuk menguji skill bartender yang ada di Indonesia, selain itu untuk meningkatkan kompetensi yang mereka miliki,” kata Ketua Panitia Acara, Eko Setiawan.

Menurut dirinya saat ini perkembangan dunia hiburan yang pesat membuat bartender memiliki prospek yang cerah. Bahkan saat ini banyak didirikan sekolah barista dan bartender di beberapa daerah. ”Pekerjaan mereka bukan hanya meracik minuman, sisi entertainment saat meraciknya juga menjadi hal yang sangat menghibur. Dalam kompetisi ini, para batender muda asal Semarang harus bersaing dengan bartender dari kota lain agar menambah jam terbang dan pengalaman,” jelasnya. (den/ric/ce1)