KUMUH: Salah satu shelter BRT Trans Semarang yang tampak kumuh dan kotor. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUMUH: Salah satu shelter BRT Trans Semarang yang tampak kumuh dan kotor. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUMUH: Salah satu shelter BRT Trans Semarang yang tampak kumuh dan kotor. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUMUH: Salah satu shelter BRT Trans Semarang yang tampak kumuh dan kotor. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kalangan DPRD Kota Semarang mendesak Pemkot Semarang untuk segera membenahi fasilitas Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, khususnya shelter yang dinilai sudah tidak layak pakai. Beberapa di antaranya bahkan diketahui mengalami kerusakan sebelum dipergunakan.

”Sangat disayangkan kalau terjadi seperti itu. Sampai ada pencurian meteran listrik juga. Bagaimana sistem keamanan Trans Semarang? Bagaimana bisa hilang?” ungkap Ketua DPRD Kota Supriyadi kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Ia menjelaskan, pelayanan publik kaitannya BRT Trans Semarang sebagai moda transportasi masal memang menjadi sorotan DPRD Kota Semarang. Menurutnya, saat ini masih banyak shelter Trans Semarang yang terkesan asal-asalan, seperti shelter yang berada di sepanjang jalan Jrakah-Cangkiran atau di Koridor IV. ”Banyak shelter yang akhirnya mengalami kerusakan, bahkan sebelum dipergunakan,” kritik politikus PDIP tersebut.