ALA KADARNYA: Seorang anak kecil dari eks Gafatar terlihat tidak nyaman dengan kondisi ruang transit yang penuh sesak, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ALA KADARNYA: Seorang anak kecil dari eks Gafatar terlihat tidak nyaman dengan kondisi ruang transit yang penuh sesak, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ALA KADARNYA: Seorang anak kecil dari eks Gafatar terlihat tidak nyaman dengan kondisi ruang transit yang penuh sesak, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ALA KADARNYA: Seorang anak kecil dari eks Gafatar terlihat tidak nyaman dengan kondisi ruang transit yang penuh sesak, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TANJUNG MAS – Wajah letih dan pandangan mata yang kosong tampak pada sebagian besar raut wajah eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) saat tiba Pelabuhan Tanjung Mas Semarang pada pukul 07.00, Senin pagi (25/1) kemarin. Setelah dua hari, menempuh perjalanan laut. Mereka yang berjumlah 354 orang ini adalah rombongan kloter pertama yang diangkut menggunakan kapal KRI Teluk Gilimanuk 531 milik TNI angkatan laut.

Pakaian yang mereka kenakan tampak seadanya. Barang yang dibawa pun tidak banyak, hanya pakaian dan tikar yang tergulung rapi. Tidak hanya orang tua, ratusan anak kecil turut dalam rombongan eks Gafatar tersebut. Bahkan ada yang masih barusia dua bulan.

Kedatangan mereka langsung disambut oleh ratusan aparat gabungan sektoral. Kemudian diarahkan ke ruang transit. Ruang transit yang berukuran kurang lebih 15 x 10 meter menjadi penuh sesak. Para eks Gafatar ini langsung didata identitasnya oleh petugas. Sedangkan sebagian dari mereka yang langsung tidur karena kelelahan dan sisanya hanya dalam diam. Sebagian besar berusaha membatasi diri, ketika diajak berbincang.