BAHU-MEMBAHU: Aparat gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Pemprov Jateng membantu ratusan para anggota eks Gafatar turun dari KRI Teluk Gilimanuk di Pelabuhan Tanjung Mas, pukul 07.00 Senin (25/1) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAHU-MEMBAHU: Aparat gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Pemprov Jateng membantu ratusan para anggota eks Gafatar turun dari KRI Teluk Gilimanuk di Pelabuhan Tanjung Mas, pukul 07.00 Senin (25/1) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAHU-MEMBAHU: Aparat gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Pemprov Jateng membantu ratusan para anggota eks Gafatar turun dari KRI Teluk Gilimanuk di Pelabuhan Tanjung Mas, pukul 07.00 Senin (25/1) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAHU-MEMBAHU: Aparat gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Pemprov Jateng membantu ratusan para anggota eks Gafatar turun dari KRI Teluk Gilimanuk di Pelabuhan Tanjung Mas, pukul 07.00 Senin (25/1) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TANJUNG MAS – Sebanyak 354 orang eks anggota Gafatar yang dipulangkan dari Mempawah Kalimantan Barat (Kalbar) tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Mas, pukul 07.00 Senin (25/1) kemarin. Rombongan kloter pertama yang mayoritas asal Jogjakarta ini berangkat dari Pontianak pada Jumat (22/1) lalu.

Sebetulnya, KRI Teluk Gilimanuk sudah berada di perairan Tanjung Mas sejak pukul 20.00 Minggu (24/1) kemarin. Namun sekitar pukul 01.00 perahu, Dit Pol Air Polda Jateng merapat ke kapal KRI Gilimanuk yang belum bersandar di pelabuhan untuk mengevakuasi bocah laki-laki 6 tahun bernama Gasya Maulana Hakim.

”Jam 01.00 dijemput kapal Polair, ditemani ibu dan kakaknya. Anak itu langsung dilarikan ke rumah sakit dr Kariadi Semarang karena mengalami sakit demam,” kata Komandan Pangkalan TNI AL Semarang, Kolonel Laut (P) Elka Setiawan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (25/1) kemarin.