PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jateng telah menyiapkan dia program setelah memulangkan para eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dari Kalimantan Barat. Yaitu dikembalikan kepada pihak keluarga masing-masing dan transmigrasi ke luar Pulau Jawa.

Hal itu dikatakan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat menyambut kedatangan 354 eks Gafatar yang datang dari Kalimantan Barat di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Senin (25/1) kemarin.
”Ibu Mensos (Menteri Sosial) sudah berbicara dengan saya untuk melakukan transmigrasi bagi mereka ke luar Pulau Jawa. Karena itulah, kami akan melakukan assessment terlebih dahulu terhadap eks Gafatar, terkait dengan apa yang diinginkan, dan apa yang sebenarnya terjadi,” kata Ganjar.

Program tersebut, katanya, merupakan solusi bagi para eks Gafatar yang pada umumnya sudah tidak memiliki tempat tinggal di kampung halamannya. Hal itu dikarenakan seluruh harta mereka telah dijual sebelum eksodus ke Kalimantan Barat. ”Apa pun yang bisa kami lakukan, pasti akan kami lakukan. Tetapi tentu saja tidak dalam satu kelompok seperti ini,” lanjutnya.

Namun, kalau para keluarga dari eks Gafatar siap menerima kembali para eks Gafatar ini, maka Pemprov Jateng akan menyerahkan kepada keluarga mereka. Transmigrasi, baru akan dilakukan manakala ada persetujuan dari pihak keluarga para eks Gafatar itu. ”Kami berharap, masing-masing pemda bisa menerima mereka dengan cepat. Itu akan jauh lebih baik,” katanya.

Selain itu, bagi para eks Gafatar yang ingin kembali ke kehidupan normal, Pemprov Jateng membuka tangan dengan lebar dan akan memberikan ilmu keterampilan kepada mereka. Juga, bagi para eks Gafatar yang memiliki keinginan untuk berdagang, maka pemprov akan memberikan modal usaha.

Dari beberapa orang yang ditemui Ganjar, ada yang mengaku bingung lantaran sudah tidak punya apa-apa, bahkan ditolak keluarga. Tapi ada juga yang punya tanah seluas sekitar empat hektare dari hasil patungan. Karena itu, gubernur memikirkan konsep pemberdayaan bagi eks Gafatar yang tak memiliki tujuan dengan transmigrasi yang terencana. ”Sudah ada pemikiran seperti itu, tapi belum menuju ke sana. Bagaimanapun, aset mereka harus diselamatkan,” terangnya.

Ganjar berharap, para eks Gafatar ini tidak lama berada di penampungan Donohudan. Sehingga dapat langsung bertemu dengan keluarga mereka. Pemahaman dan penerimaan yang kuat dari keluarga eks Gafatar yang saat ini diharapkan. Terutama untuk meruntuhkan doktrinasi yang selama ini sudah melekat di pemikiran para eks Gafatar itu.