Padahal, banyak manfaat yang bisa didapat apabila menjadi anggota. Salah satunya adalah sosialisasi regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah, yang dinilainya masih kurang cepat ditangkap oleh para importir. “Seperti awal tahun ini importir harus registrasi ulang, apabila tidak makan tidak bisa lakukan kegiatan usaha, atau ada peraturan baru tidak boleh datangkan barang-barang tertentu. Nah, kalau importir ketinggalan informasi, tentu merugikan mereka sendiri. Karena itu kita ajak mereka untuk bergabung,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Ginsi Pusat, Rofiek Natahadibrata menyatakan apresiasinya terhadap Ginsi Jateng juga pemerintah Provinsi Jateng terkait dukungan infrastruktur untuk kelancaran proses ekspor impor. “Pelabuhan di Jawa Tengah khususnya Semarang terus dilakukan perbaikan. Hal ini sangat mendukung proses impor. Sehingga dapat menekan biaya cukup signifikan,” tandasnya. (dna/smu)