Mendesak, Pembangunan Bendung Karet

1050

DEMAK-Setelah sukses mengusahakan pembangunan bendung karet di Sungai Zebor di Desa Wedung, Kecamatan Wedung, kini Bagian Pengairan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Pertambangan dan Energi (DPUPPE) Pemkab Demak juga telah mengajukan pembangunan bendung karet untuk Sungai Tuntang.

Plt Kepala DPUPPE Doso Purnomo melalui Kabid Pengairan, Sutiyono mengatakan, pihaknya sebelumnya telah mengusulkan detail engineering design (DED) pembangunan bendung karet Sungai Tuntang
tersebut bersamaan dengan bendung karet Sungai Zebor ke Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum. Namun, yang direalisasikan untuk sementara baru bendung karet Sungai Zebor tersebut. “Karena itu, untuk bendung karet Sungai Tuntang ini masih kita tunggu realisasi secepatnya. Kita tinggal mereview DED yang sudah kita ajukan tersebut, ”ujar dia, kemarin.

Menurutnya, keberadaan bendung karet untuk Sungai Tuntang itu sangat vital. Sebab, bendung karet itu, selain berfungsi untuk menahan intrusi air laut, juga untuk memenuhi air baku di Kecamatan Karangtengah, Bonang dan Sayung serta untuk mengairi areal persawahan sekitar 400 hektare di beberapa desa di 4 kecamatan. Yakni, Desa Gebangarum, Desa Gebang, Desa Sumberejo, dan Desa Kembangan (Kecamatan Bonang). Kemudian, Desa Wonoagung, Rejosari, Karangsari dan Desa Pulosari (Kecamatan Karangtengah), Desa Kalikondang (Kecamatan Demak Kota) dan Desa Karangrejo (Kecamatan Wonosalam).

Menurutnya, untuk membangun bendung karet Sungai Tuntang tersebut setidaknya juga membutuhkan anggaran Rp 60 miliar. Sebab, bentang lebar sungai mencapai sekitar 60 meter. “Bentang Sungai Tuntang lebih lebar daripada Sungai Zebor,”katanya. (hib/zal)