STOK MENCUKUPI: Bulog Divre Jateng siap menyalurkan raskin ke seluruh Jateng, namun menunggu konfirmasi terkait kesiapan daerah dalam mendistribusikan raskin tersebut kepada masyarakat yang berhak. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
STOK MENCUKUPI: Bulog Divre Jateng siap menyalurkan raskin ke seluruh Jateng, namun menunggu konfirmasi terkait kesiapan daerah dalam mendistribusikan raskin tersebut kepada masyarakat yang berhak. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
STOK MENCUKUPI: Bulog Divre Jateng siap menyalurkan raskin ke seluruh Jateng, namun menunggu konfirmasi terkait kesiapan daerah dalam mendistribusikan raskin tersebut kepada masyarakat yang berhak. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
STOK MENCUKUPI: Bulog Divre Jateng siap menyalurkan raskin ke seluruh Jateng, namun menunggu konfirmasi terkait kesiapan daerah dalam mendistribusikan raskin tersebut kepada masyarakat yang berhak. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Perum Bulog Divre Jawa Tengah siap menggelontorkan 37.242 ton beras bersubsidi atau raskin ke 2,4 juta rumah tangga sasaran (RTS) pada akhir Januari ini. Selain untuk membantu rumah tangga berpenghasilan rendah, distribusi ini juga sebagai upaya stabilisasi harga.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Usep Karyana mengatakan, sebanyak 37.242 ton raskin ini terbagi dalam 6 sub divisi regional. Yaitu sub divre Semarang sebanyak 5.589 ton, kemudian sub divre Pati 5.560 ton, Surakarta 6.667 ton, Banyumas 6.209 ton, Kedu 5.608 ton dan Pekalongan 7.675 ton.

Penyalurannya, menurut Usep, tergantung dari kesiapan masing-masing kabupaten/kota. Sesuai dengan mekanisme, Bulog baru dapat mendistribusikan raskin, setelah daerah yang bersangkutan mengajukan surat pengajuan alokasi (SPA). “Kami siap menggelontorkan raskin ke masyarakat, tapi untuk penyalurannya, tergantung dari kesiapan daerah yang bersangkutan,” jelasnya, kemarin.