SEMINAR LITERASI: Staf Ahli Kemendiknas Satria Dharma saat menjdi pemateri di Seminar Nasional Membangun Budaya Literasi di Pendopo Kabupaten Kendal, Senin (25/1). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMINAR LITERASI: Staf Ahli Kemendiknas Satria Dharma saat menjdi pemateri di Seminar Nasional Membangun Budaya Literasi di Pendopo Kabupaten Kendal, Senin (25/1). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMINAR LITERASI: Staf Ahli Kemendiknas Satria Dharma saat menjdi pemateri di Seminar Nasional Membangun Budaya Literasi di Pendopo Kabupaten Kendal, Senin (25/1). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMINAR LITERASI: Staf Ahli Kemendiknas Satria Dharma saat menjdi pemateri di Seminar Nasional Membangun Budaya Literasi di Pendopo Kabupaten Kendal, Senin (25/1). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI akan menerapkan program wajib baca bagi semua sekolah di Indonesia. Gerakan ini bertujuan untuk membiasakan dan memotivasi siswa agar mau membaca dan menulis guna menumbuhkan budi pekerti.

Demikian disampaikan Staf Ahli Kemendiknas Satria Dharma disela Seminar Nasional Membangun Budaya Literasi di Pendopo Kabupaten Kendal, Senin (25/1). Teknisnya dilakukan sebelum jam pelajaran pertama dimulai. “Jadi 15 menit sebelum pelajaran dimulai, semua siswa diwajibkan membaca. Idealnya memang membaca ini dilakukan 30 menit. Tapi tahap awal hanya hanya 15 menit, untuk memicu kebiasaan membaca siswa lebih dulu,” ujarnya.

Satria menambahkan, budaya literasi menurutnya harus mulai diajarkan kepada para siswa. Agar siswa memahami kamampuannya untuk menggunakan bentuk bahasa tertulis atau kemampuan membaca dan memahami buku.