TEMBALANG – Salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan hukum perjanjian yaitu semakin berkembangnya kehidupan perekonomian masyarakat. Hal tersebut memunculkan berbagai ragam transaksi dalam perdagangan yang memerlukan berbagai pengaturan dalam bentuk perjanjian sebagai landasan hukumnya.

Menurut Guru Besar Bidang Hukum Perdata Universitas Diponegoro (Undip), Achmad Busro, berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sangat memengaruhi praktik bisnis dan perdagangan khususnya berkaitan dengan aspek hukum perjanjian dan bentuk-bentuk perjanjian.

”Pelaku usaha pada umumnya menggunakan perjanjian baku dalam transaksi bisnisnya, dengan tujuan utama untuk efisiensi jalannya transaksi bisnis,” kata Achmad Busro usai dikukuhkan sebagai guru besar di Fakultas Hukum Undip, Minggu (24/1).

Menurutnya perjanjian baku merupakan perjanjian yang bentuk, isi, dan syaratnya ditentukan oleh pihak yang memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Sementara itu, lanjutnya, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak mengatur mengenai kontrak baku, namun KUH Perdata memberikan batasan dan pengaturan mengenai perjanjian. ”Itu semua diatur dalam pasal 1320, pasal 1337 dan pasal 1338 KUH,” lanjutnya.

Namun, dalam praktiknya pelaksanaan asas kebebasan berkontrak dalam perjanjian terbelenggu oleh berlakunya perjanjian baku. Menurutnya perkembangan perjanjian baku dibutuhkan dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang semakin cepat pergerakannya dan semakin beragam. ”Di sisi lain menimbulkan dampak negatif yang tidak kecil yaitu tergerusnya penerapan asas kebebasan berkontrak yang sebenarnya menjadi landasan utama dalam pembuatan setiap perjanjian,” katanya.

Sementara itu Rektor Undip Yos Johan Utama berharap dengan bertambahnya guru besar yang baru tersebut akan memperkuat komposisi pengajar dan basis keilmuan di Fakultas hukum Undip.

Setelah menjadi PTN-BH Undip mengejar target 300 publikasi internasional dan akan memperbanyak jumlah guru besarnya. ”Untuk itu di setiap dosen yang sedang melakukan proses pengajuan guru besar Undip memberikan pendampingan yakni satu orang calon guru besar akan mendapat pendampingan dari dua guru besar,” jelasnya. (ewb/zal/ce1)