Maksimalkan Potensi, Desa Buko Bentuk BUMDes

246

DEMAK- Desa Buko, Kecamatan Wedung memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi. Sebab, desa ini mempunyai sumber pendapatan dari hasil pengelolaan pasar ikan (pasar pagi). Hasil pengelolaan pasar ikan ini setiap tahun dapat menyumbang pendapatan sebesar Rp 100 juta.

Untuk memaksimalkan pasar itu, maka juga akan dibangun pusat kuliner hasil laut pada 2017. Pemkab pun sudah memebentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola pasar khusus penjualan ikan tersebut. Selain itu, Desa Buko juga mempunyai pendapatan dari hasil sewa bengkok desa senilai Rp 800 juta. Kemudian, dapat alokasi dana desa (ADD) Rp 300 juta dan dana desa (DD) Rp 700 juta.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Buko, Khoirul Saleh mengatakan, kampungnya tersebut memang mempunyai posisi strategis untuk pengembangan ekonomi desa. Sebab, desa pesisir ini menjadi pusat lalulintas perahu nelayan yang setiap hari menjual hasil tangkapan ikan. “Kita tangkap peluang ini untuk dibuat BUMDes,” katanya.

Pembentukan BUMDes itu sendiri telah disampaikan dalam musyawarah desa (musdes) yang dihadiri Pj Kades Buko, Abdul Aziz dan tokoh masyarakat lainnya. Dia menuturkan, berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa disebutkan bahwa, kebijakan, perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan desa sepenuhnya menjadi otonomi desa. “Ini sesuai dengan kebutuhan desa,” ujarnya.

Selain membentuk BUMDes unit usaha pasar desa itu, Musdes juga membahas rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) desa. Dalam kesempatan itu telah disepakati, bahwa Desa Buko menjadi desa mandiri. “Karena itu, BUMDes tersebut menjadi salah satu unit usaha yang dapat memperkuat ekonomi desa,” jelasnya. (hib/zal)