DTKP Inventarisasi Kampung Terisolir

199
TERTINGGAL: Jalan masuk Kampung Gebyok yang berbatu. Jika musim hujan, kondisi jalan licin dan berbahaya. (kanan) Kondisi rumah penduduk asli Kampung Gebyok yang berlantai tanah liat. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTINGGAL: Jalan masuk Kampung Gebyok yang berbatu. Jika musim hujan, kondisi jalan licin dan berbahaya. (kanan) Kondisi rumah penduduk asli Kampung Gebyok yang berlantai tanah liat. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Semarang mengklaim telah memiliki data studi terkait kampung-kampung terisolir di Kota Semarang. Dari data-data tersebut selanjutnya dibuat daftar prioritas untuk segera ditangani.

”Sudah ada daftarnya, cuma saya tidak hafal. Yang jelas, pemkot sudah ada upaya untuk melakukan itu,” ungkap Sekretaris Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang, Irwansyah kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang kebetulan kondisi daerahnya sangat parah dapat langsung membuat surat kepada Pemkot Semarang. Dari surat tersebut selanjutnya akan langsung ditindaklanjuti. Jika memang benar-benar sangat membutuhkan, bisa langsung masuk program skala prioritas. ”Nanti ikutnya program peningkatan sarana dan prasarana perkotaan,” katanya.

Kebetulan, lanjut dia, saat ini sudah mulai masuk agenda musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Dalam forum itu, semua usulan dari masyarakat akan ditampung untuk selanjutnya dicocokkan dengan hasil studi yang telah dilakukan Pemkot Semarang.

”Terkadang perencanaan yang kita lakukan berbeda dengan kebutuhan yang ada masyarakat. Menurut studi belum menjadi prioritas, namun di masyarakat sudah sangat mendesak,” bebernya.

Ia menambahkan, hasil musrenbang juga dapat dipadukan dengan hasil reses anggota dewan. Sehingga semua program dapat nyambung menjadi satu kesatuan. ”Jika tahun ini sudah diprioritaskan, pembangunan dapat langsung dilakukan tahun depan,” katanya. (fai/aro/ce1)