Dalami Fisik dan Stamina Atlet

182

SEMARANG – Petarung PON XIX Jateng mulai menjalani pemusatan latihan intensif. Sebanyak 19 petarung, menjalani tes fisik dan kebugaran di Laboratorium Unnes, Minggu (24/1). Tes tersebut merupakan program awal untuk mengetahui secara pasti kondisi terakhir petarung usai menjalani babak kualifikasi lalu di Jabar.

”Kami ingin mengetahui kondisi mereka untuk menentukan jenis perlakuan padsa program persiapan umum ini. Kondisi tiap petarung berbeda, sehingga program latihan persiapan umum juga berbeda. Diharapkan, ketika memasuki tahap persiapan khusus nanti, sudah balik ke kondisi terbaik mereka,” tutur Wakil Ketua Bidang Bina Prestasi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jateng Ipang Setiawan di sela-sela tes.

Kodrat Jateng menggandeng ahli fisik dari Unnes dalam tes tersebut. Pada periode persiapan umum ini, lebih menitik beratkan pada peningkatan kondisi fisik dasar petarung. Lalu, memperbaiki elemen teknik dan taktik serta melatih mental. Menurutnya, persiapan umum ini merupakan pondasi untuk memasuki persiapan khusus nanti.

Pelatih Jateng Cepi Suhendi mengatakan, dari tes awal ini petarung memang mengalami penurunan di beberapa hal seperti stamina, kekuatan, dan kecepatan. Dia akab berkoordinasi dengan ahli Unnes menetukan program spesifik bagi atlet,”Penurunan memang ada tetapi tak terlalu signifikan. Di persiapan umum ini, kami akan membangun ketahanan dan kekuatan dulu,” tutur Cepi.

Ketua Umum Kodrat Jateng Putut Sutopo mengatakan, meski bertanding di daerah asal tarung derajat tetap bertekad mempertahankan juara umum. Dengan persiapan yang matang, harapan itu bakal terpenuhi di ajang multicabang empat tahunan tersebut. ”Kami meminta agar petarung benar-benar fokus menjalani sentralisasi pemusatan latihan ini,” tandasnya.

Seperti diketahui, Jateng berhasil meloloskan sembilan kelas dan dua nomor seni ke PON XIX Jabar 2016. Selain Jabar, provinsi ini juga mewaspadai kekuatan Jatim dan Bali. Kedua daerah tersebut berada di peringkat dua dan tiga saat babak kualifikasi PON XIX. (bas/smu)