Beda Racikan, Beda Kenikmatan

Banyak Cara Menikmati Kopi

353
TAK SEMBARANGAN : Barista sedang memilih sampel biji kopi untuk diseduh menjadi minuman yang lezat. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)
TAK SEMBARANGAN : Barista sedang memilih sampel biji kopi untuk diseduh menjadi minuman yang lezat. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)
TAK SEMBARANGAN : Barista sedang memilih sampel biji kopi untuk diseduh menjadi minuman yang lezat. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)
TAK SEMBARANGAN : Barista sedang memilih sampel biji kopi untuk diseduh menjadi minuman yang lezat. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)

Ngopi, saat ini boleh dibilang sudah bukan lagi kebiasaan, tapi bagian dari gaya hidup yang melekat di Indonesia. Bedanya, acara nyeruput kopi yang dulu identik dengan orang-orang dewasa atau bapak-bapak, kini, dari tren yang berkembang menjadikan komoditas tersebut lebih ‘dekat’ dengan semua kalangan.

Selain cara penyajian, perkembangan cara meracik bisa jadi salah satu pemantik kedekatan kopi dengan semua kalangan. Tidak kuat dengan keasamannya? Ada lho teknik untuk mengurangi keasaman kopi. Mau minum kopi dicampur susu tapi dengan rasa yang seimbang? Bisa, atau mau minum kopi tubruk yang tidak terlalu pahit? Belajar cara meraciknya!

Menurut ahli kopi Moelyono Soesilo, setidaknya ada tiga faktor yang mempengaruhi citarasa dari minuman ini. Pertama, kualitas kopi itu sendiri, kedua cara peracikan atau penyeduhannya, ketiga keterampilan dari si penyeduh atau barista.