OVERLOAD: Sampah di TPS pasar-pasar di Kabupaten Semarang selalu penuh kendati rutin diangkut setiap pagi. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
OVERLOAD: Sampah di TPS pasar-pasar di Kabupaten Semarang selalu penuh kendati rutin diangkut setiap pagi. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
OVERLOAD: Sampah di TPS pasar-pasar di Kabupaten Semarang selalu penuh kendati rutin diangkut setiap pagi. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
OVERLOAD: Sampah di TPS pasar-pasar di Kabupaten Semarang selalu penuh kendati rutin diangkut setiap pagi. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Musim hujan menyebabkan volume sampah di Kabupaten Semarang meningkat sekitar 10 persen di banding saat musim kemarau. Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebelumnya setiap harinya mengangkut sekitar 320 meter kubik, saat ini sampah yang diangkut mencapai sekitar 350 meter kubik.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPU Kabupaten Semarang, Pranoto mengatakan, meningkatnya jumlah sampah karena selama musim hujan banyak buah dan sayur mudah busuk. Sehingga buah dan sayur yang membusuk dibuang begitu saja hingga menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS) sampah pasar. Selain itu banyak sampah-sampah yang menumpuk dipinggir jalan karena terseret arus air hujan.

“Paling banyak ya sampah dari pasar dan rumah tangga. Kebanyakan sampah-sampah organik. Peningkatannya sekitar 10 persen. Kalau sampah non organik ada peningkatan pada natal dan tahun baru. Meningkatnya jumlah sampah itu juga dipengaruhi jumlah warga atau kegiatan masyarakat,” tuturnya, Jumat (22/1) kemarin.