GAMPANG DIAKSES PEMBELI: Tempat relokasi sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang sengaja didesain dengan prinsip keadilan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAMPANG DIAKSES PEMBELI: Tempat relokasi sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang sengaja didesain dengan prinsip keadilan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAMPANG DIAKSES PEMBELI: Tempat relokasi sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang sengaja didesain dengan prinsip keadilan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAMPANG DIAKSES PEMBELI: Tempat relokasi sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang sengaja didesain dengan prinsip keadilan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menegaskan bahwa dalam proses pengundian lapak pedagang di tempat relokasi sementara di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang telah menerapkan prinsip keadilan. Artinya, semua pedagang mendapatkan jatah sesuai dengan haknya.

”Bagi yang (lapaknya) besar, tentu akan mendapatkan yang besar. Begitu juga sebaliknya. Semua diundi secara transparan,” kata Kabid Pengaturan dan Ketertiban Dinas Pasar Kota Semarang, Bachtiar Effendi saat memberikan sosialisasi di sela-sela proses pengundian lapak di tempat relokasi, Jumat (22/1) kemarin.

Ia menjelaskan, alasan kenapa pengundian dilakukan dari pedagang yang memiliki lapak dengan jumlah yang besar, untuk menyesuaikan tempat. Sebab, pengundian dilakukan secara simultan untuk mengisi lapak-lapak yang masih kosong. ”Tidak ada yang mendapatkan di belakang. Semuanya di depan, karena semua bisa diakses oleh pembeli,” imbuhnya.