Semalam Dua Kali Beraksi, Tiga Begal Ditangkap

260

Tersangka Muhammad Ali berdalih, aksi kejahatan itu bermula saat ia bersama teman-temannya sedang jalan-jalan menikmati suasana malam di Kota Semarang. Tepatnya pada 16 Januari 2016 lalu, sekitar pukul 02.30, mereka melintas di Kampung Kali Semarang atau tepatnya di Jalan Brigjen Sutoyo Semarang. ”Saat muter-muter, kami lihat ada pengendara motor sendirian. Lalu kami hampiri,” kata Ali saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (22/1) kemarin.

Korban Asrofi adalah seorang pedagang tempe. Diketahui saat itu, korban membawa pisau yang digunakan untuk memotong tempe. ”Saya merebut pisau milik korban,” katanya.

Korban yang mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Smash bernopol H 6731YS, langsung dikeroyok kawanan pelaku. Motor milik korban dirampas. ”Barang dagangan tempe, kami buang di dekat rumah warga,” ujarnya.

Korban sempat di-kepruk menggunakan helm hingga bersimbah darah. Dalam kondisi ketakutan, korban berusaha menyelamatkan diri dengan lari dari lokasi kejadian.

Bukan hanya itu, kawanan ini kembali mencari mangsa di depan RSUP dr Kariadi Semarang, tepatnya di Jalan Kaligarang. Di lokasi tersebut, kawanan pelaku merampas motor Yamaha Jupiter MX nopol H 5613 UR milik Sri Wantini yang sedang melintas.

Wakapolrestabes Semarang, AKBP Ade Sapari mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat dan langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. ”Tiga orang pelaku berhasil ditangkap,” kata Sapari.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu malam, pukul 21.00. Ketiganya berhasil dibekuk di tempat terpisah. Ali dan Feri ditangkap di Kelurahan Kembangsari, Semarang. Sedangkan Nur Cahyo diringkus di sebuah warung di Jalan Thamrin Semarang. ”Saat ini kami masih mengejar para pelaku lain yang masih buron,” katanya. (amu/ida/ce1)