Pengawasan di sudut-sudut jalan juga dilakukan selama 24 jam menggunakan Close Circuit Televison (CCTV atau kamera pengintai) yang dipasang di sejumlah titik dan terhubung ke Trafight Management Centre (TMC) yang telah dimiliki Polres Semarang. Setiap waktu personel kepolisian memelototi monitor televisi di ruang TMC. Hasil pengawasan tersebut juga terekam sehingga dapat digunakan untuk pelacakan pelaku tindak kriminal dan pelanggar lalulintas.“Kita juga memaksimalkan TMC untuk memantau kondisi jalan selama 24 jam. Sehingga apabila terjadi kecelakaan lalu lintas tabrak lari ataupun kejahatan jalanan pada malam hari dapat diketahui,” ungkapnya.

Kasat Lantas berharap pelaksanaan Blue Light Patrol dan juga pengawasan jalanan selama 24 jam melalui TMC akan membuat masyarakat dan pengguna jalan merasa nyaman, aman dan tenang dalam berkendaraan. “Mudah-mudahan pelaksanaan program tersebut dapat menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Semarang,” imbuhnya.

Sementara itu Arie Widhiarto, 40, warga Gedanganak, Ungaran Barat menyambut baik kegiatan blue light patrol yang sering dilaksanakan oleh Satlantas Polres Semarang. Sebab manfaat kegiatan tersebut sudah dapat dirasakan warga. Biasanya anak-anak muda pada trek-trekan atau balap liar di sepanjang jalan utama mulai dari depan stadion Wujil sampai Gedang Anak. Sekarang sudah tidak lagi berani menggelar balap liar.“Biasanya setiap akhir pekan pada treak-trekan, sekarang tidak pada berani karena polisi rutin berkeliling setiap malam pakai mobil patroli,” tandasnya. (tyo/zal)