”Di sini mungkin Ibu Helvy (penulis novel KMGP, Red) berusaha mengungkapkan setiap orang bisa berubah kapan saja dan di mana saja,” ujar Aquino Umar saat premier film KMGP di Citra XXI Mal Ciputra Semarang, kemarin.

Ia menceritakan, dalam film tersebut ia merasa kehilangan sosok kakaknya yang dulu asyik dan gaul. Lantaran berubah menjadi religius dan melakukan syiar Islam hingga meninggal dunia. Meski begitu, Aquino ternyata bisa menemukan sosok kakaknya dalam diri Yudi (Masaji Wijayanto) yang juga melakukan syiar Islam. ”Aslinya aku orangnya feminin, tapi harus jadi cewek yang tomboi dan suka protes. Bahkan sebelum shooting harus menjalani karantina selama tiga bulan,” ucapnya.

Dirinya mengatakan jika sebagian keuntungan film tersebut akan disumbangkan untuk pengembangan pendidikan di Indonesia Timur dan Palestina, juga untuk lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap. ”Chemistry-nya terkadang sangat susah, sehingga membuat saya semakin tertantang dalam memerankan sosok Gita,” akunya.

Sementara itu, selama sepekan pemutaran film secara nasional, ditargetkan meraup pemasukan sebesar Rp 5 miliar yang akan digunakan membantu program penghijauan dan pembangunan sekolah di kawasan pinggiran Indonesia. ”Targetnya dalam sepekan bisa mendapatkan dana Rp 5 miliar,” kata Sri Suroto, Branch Manager ACT Semarang. (den/ida/ce1)