Tidak Terbukti, Yuni Dibebaskan dari Tuntutan

268
BERNAFAS LEGA : Yuni Rahayu saat bebas dan keluar dari Lembaga Pemasyarakat (LP) Wanita Bulu Kota Semarang beberapa waktu lalu. (JOKO SUSANTO/JAWA Pos Radar Semarang)
BERNAFAS LEGA : Yuni Rahayu saat bebas dan keluar dari Lembaga Pemasyarakat (LP) Wanita Bulu Kota Semarang beberapa waktu lalu. (JOKO SUSANTO/JAWA Pos Radar Semarang)
BERNAFAS LEGA : Yuni Rahayu saat bebas dan keluar dari Lembaga Pemasyarakat (LP) Wanita Bulu Kota Semarang beberapa waktu lalu. (JOKO SUSANTO/JAWA Pos Radar Semarang)
BERNAFAS LEGA : Yuni Rahayu saat bebas dan keluar dari Lembaga Pemasyarakat (LP) Wanita Bulu Kota Semarang beberapa waktu lalu. (JOKO SUSANTO/JAWA Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Yuni Rahayu binti almarhum Sarsono, calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang gagal berangkat ke Hongkong, akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, Yuni yang pernah menjadi mantan terdakwa dan tahanan perkara tuduhan penipuan atas laporan PT Maharani Tri Utama Mandiri itu diputus lepas oleh Mahkamah Agung (MA) dari segala tuntutan hukum yang menjerat dirinya (Onslag Van Recht Vervolging) terhadap perkara yang ditangani Polrestabes Semarang setelah mengajukan kasasi.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan vonis pidana terhadap Yuni selama 6 bulan penjara dan kewajiban membayar denda sebesar Rp 6.500.000. Kemudian Yuni yang didampingi oleh kuasa hukumnya LBH Mawar Saron Semarang mengajukan banding atas vonis tersebut di Pengadilan Tinggi (PT) Semarang. Justru kesialan kembali padanya, karena PT dalam putusannya menguatkan putusan PN dan menyatakan Yuni terbukti melakukan tindak pidana penipuan.

Direktur LBH Mawar Saron Semarang, Ester Natalya SH kemudian mengajukan kasasi ke MA guna memperjuangkan keadilan terhadap kliennya (Yuni, Red). Ternyata memberikan kabar baik, yang baru diketahui pada awal Januari 2016 ini. Putusan lepas tersebut diperoleh Yuni setelah dirinya dinyatakan bebas dan keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Bulu Kelas IIA Semarang pada 6 Desember 2014 lalu atas perkara tersebut.