Janji Rampungkan 20 Raperda

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SEMARANG – Tahun ini DPRD Jawa Tengah menargetkan bisa merampungkan 20 Raperda. Target ini dinilai realistis, meskipun di 2015 dewan hanya berhasil merampungkan 10 Perda dari 19 yang ditargetkan. Dewan mengklaim yang terpenting adalah kualitas, bukan hanya sebatas kuantitas.

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi mengatakan, target untuk merampungkan 20 prolegda tidak berlebihan. Sebab, pada 2015 kinerja DPRD lebih unggul dibandingkan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur dalam pengesahan peraturan daerah. DPRD DKI Jakarta hanya menyelesaikan 5 perda dari 17 raperda atau 29 persen; Jawa Timur hanya rampung 14 dari 28 raperda atau 50 persen serta Jawa Barat merampungkan 11 perda dari 30 raperda atau 46 persen. ”Jateng bisa merampungkan 10 dari 19 Raperda. Ini sudah bagus karena sudah selesai 52 persen,” katanya, kemarin.

Kinerja DPRD tidak hanya bisa dilihat dari target pencapaian raperda. Ia mengklaim tidak hanya sebatas kuantitas, tapi lebih ke kualitas. Artinya bagaimana produk raperda yang dihasilkan bisa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Tengah. ”Jadi ini yang sangat penting bisa memberikan kontribusi positif dan bermanfaat, bukan justru menyusahkan,” ujarnya.

Dari 20 Raperda yang ditargetkan, 9 di antaranya merupakan luncuran dari 2015. DPRD optimistis semua bisa dirampungkan sesuai target yang sudah ditentukan. Sebab, raperda yang sedang digagas benar-benar dibutuhkan untuk masyarakat Jawa Tengah. Seperti misalnya Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang sesuai dengan kondisi masyarakat provinsi ini sebagai petani. ”Sekarang sudah ada dua yang dikonsultasikan di Kemendagri. Jadi bulan ini bisa digedok,” tambahnya.

Wakil Ketua Badan Pembuat Perda DPRD Jawa Tengah, Yudhi Indras mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan pembuatan perda terlambat. Bahkan, dalam sejumlah kasus pengajuan raperda oleh eksekutif tidak langsung disertai naskah akademik dan draf raperda. Sebenarnya untuk pembahasan raperda di tangan Badan pembuat Perda paling lama 14 hari. Kemudian diserahkan ke komisi atau panitia khusus untuk dibahas. ”Kalau masih kosong seperti ini kan jelas membutuhkan waktu lama,” tambahnya. (fth/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Prioritaskan Kesehatan Masyarakat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Persoalan kesehatan masyarakat menjadi perhatian serius DPRD Jateng. Dewan pun mulai menggagas rancangan peraturan daerah (Raperda) Sistem Kesehatan di Jateng. Hal...

Belajar Pembangunan Daerah Tentang Pariwisata, Pilkada, hingga Raperda Desa Adat

Anggota DPRD Kabupaten Demak mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke beberapa daerah di Provinsi Bali mulai 7 sampai 10 Maret 2015 lalu. Kunker gabungan Komisi...

17 Ribu Ton Jagung Impor Diduga Diselundupkan

TANJUNG MAS - ‎Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian bersama Bareskrim Mabes Polri melakukan pengecekan terhadap sebuah kapal pengangkut jagung impor yang...

Kembangkan Bisnis Aksesori

RAGAM aksesoris sebagai pemanis tampilan makin berkembang. Sentuhan kreativitas menjadikannya makin diminati. Hal ini ditangkap oleh Trianti Indah Hastuti sebagai salah satu peluang bisnis. ”Kami...

More Articles Like This

- Advertisement -