SEMARANG – Pelukis kenamaaan Srihadi Soedarsono akan menggelar pameran tunggal bertajuk ”70 Tahun Rentang Kembara Roso”. Pameran akan berlangsung 11-24 Februari nanti di Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur No 14, Jakarta Pusat. Pembukaan pameran sekaligus peluncuran buku ”Srihadi Soedarsono: 70 Years Journey of Roso” akan dilakukan 11 Februari dan rencananya dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan.

Pameran menandai 70 tahun proses kreatif Srihadi sebagai pelukis besar di usianya yang ke-84 tahun. Ratusan lukisannya dari tahun 1946-2015 di atas media kertas menjadi karya periode penting dalam pameran nanti. Karya yang dipamerkan meliputi poster perjuangan di era Revolusi Kemerdekaan, cat air, drawing, sketsa dan lukisan pastel. Selain itu terdapat tujuh lukisan dengan tema penari Bedoyo, Borobudur, pemandangan ritual masyarakat petani, dan penari bali.

Srihadi menyampaikan pameran tunggal kali ini paling banyak menyajikan karya dengan material kertas. ”Tujuannya menjadi sarana edukasi bagi publik bahwa karya seni rupa dengan material kertas juga sangat penting. Agar jangan dipahami secara sempit bahwa karya seni rupa itu cat di atas kanvas saja,” katanya.

Dia mengakui tidak pernah jauh dari kertas ketika berada di luar studio. Srihadi produktif dalam membuat sketsa dan gambar yang merekam hampir semua peristiwa yang diamatinya, baik di dalam negeri maupun dalam lawatannya ke berbagai negara. Sketsa dan gambar-gambar ini umumnya dikerjakan dengan teknik drawing menggunakan pena atau charcoal serta cat air. ”Seniman itu memang harus memiliki kebebasan dalam proses kreatifnya, tetapi saya memilih kebebasan yang cerdas,” pungkasnya.

Pameran tunggal ini juga disertai bedah buku bertajuk ”Srihadi Soedarsono: 70 Years Journey of Roso” dengan pembicara Jim Supangkat dan Prof DR Bambang Sugiharto, penanggap DR Jean Couteau, dan DR A. Rikrik Kusmara, MSn sebagai moderator. Bedah buku diselenggarakan 20 Februari di Ruang Konferensi, Galeri Nasional Indonesia. Pameran tunggal Srihadi Soedarsono kali ini dikurasi oleh DR A. Rikrik Kusmara MSn, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.

Panitia pameran, Marthen Slamet menyampaikan bahwa pameran ini disiapkan dalam waktu 6 bulan, bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia. ”Pameran tunggal Srihadi Soedarsono kami anggap sebuah pameran seni rupa yang pertama di Indonesia, di mana seorang pelukis menampilkan ratusan karya-karya medium kertas,” katanya. (ric/ce1)