SANKSI: Para pelajar yang terjaring razia disanksi menghormat bendera merah putih. Mereka juga diminta memotong kukunya yang panjang. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
SANKSI: Para pelajar yang terjaring razia disanksi menghormat bendera merah putih. Mereka juga diminta memotong kukunya yang panjang. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
SANKSI: Para pelajar yang terjaring razia disanksi menghormat bendera merah putih. Mereka juga diminta memotong kukunya yang panjang. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
SANKSI: Para pelajar yang terjaring razia disanksi menghormat bendera merah putih. Mereka juga diminta memotong kukunya yang panjang. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Sebanyak 22 pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Demak kemarin terjaring razia aparat gabungan. Para siswa tersebut berasal dari MTs Nahdlatul Ulama (NU), MA NU, SMK Al Fattah, SMP dan SMA Pancasila, SMA Nurul Ulum Bonang, SMK Sultan Fatah, SMP Islam Al Makmun Bonang, SMAN 3 Demak, SMKN 1 Demak, SMK Al Ma’arif, dan MTs Miftahul Ulum Weding.

Operasi pelajar yang dilaksanakan Kantor Kesbangpolinmas, Satpol PP, dan kepolisian tersebut sejak pagi menyasar beberapa lokasi, yaitu depan SMA Al Ma’arif, kampung Sampangan, kawasan hutan kota serta kawasan Katonsari. Para siswa yang sedang bolos tidak masuk sekolah tersebut lari tunggang langgang. Bahkan, karena sudah lari terbirit-birit petugas ada yang hanya mendapati tas dan sepatu mereka yang tertinggal di lokasi tempat mereka nongkrong.

Kepala Kesbangpolinmas Pemkab Demak Taufik Rifai melalui Kasubag Tata Usaha (TU), Muslihin mengungkapkan, ketika dirazia tersebut, sejumlah pelajar sedang asyik main playstation (PS) saat jam pelajaran. Mereka juga ditemukan jajan makanan di warung-warung serta berpacaran di hutan kota. “Razia ini kita lakukan untuk menindaklanjuti banyaknya laporan mayarakat terkait ulah para pelajar yang bermain di luar sekolah saat jam pelajaran,” katanya, kemarin.