Abu Salim (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Abu Salim (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Abu Salim (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Abu Salim (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BAGI Abu Salim, Assistant Executive Housekeeper Hotel Horison Pekalongan, sukses itu belajar dari bawah dan berani mengambil keputusan serta berani berkorban.

“Dulu saya terbilang nakal. Sampai-sampai, sekolah SMA saja 4 tahun. Akhirnya dipaksa keluar rumah oleh keluarga, agar mandiri,” ucap alumni SMA Doro Kabupaten Pekalongan ini.

Keluar dari rumah, memaksa dirinya mandiri. Sempat kursus kerja di kapal pesiar, namun gagal. Karena saat test bahasa asing, nilainya sangat minim. Selepas itu, tetap harus mengambil kuliah dan membiayai hidupnya sendiri. Akhirnya, Abu memutuskan bekerja menjadi cleaning service untuk menyambung hidup.

“Karena pagi sampai sore kerja, saya hanya bisa kuliah ekstension S1 Managemen Perhotelan Ekonomi Pariwisata. Dan alhamdulillah tahun 2006 saya bisa lulus,” ujarnya.

Lantas, dirinya bekerja di Grand Candi Hotel selama 5 tahun dengan berbagai posisi, mulai dari staff laundry, public area dan room boy. Tahun berikutnya pindah ke Crowne Plaza sebagai supervisior, jabatannya naik saat pindah di @Hom Hotel sebagai koordinator.

“Lama berpetualang, akhirnya saya dapat tawaran bagus dengan kembali ke Pekalongan,” ucapnya semangat.

Selama perjalanan karirnya, Abu mengakui untuk hidup yang baik itu sulit. Makanya dirinya termotivasi untuk hidup lebih baik lagi. Kendati begitu, dirinya mengaku sangat beruntung, karena berkarir dari bawah sekali. Sehingga semua pekerjaan housekeeper hafal di luar kepala. Hal itu sangat membantunya dalam memantu kinerja karyawan. “Semoga ke depan, hidup dan karir saya lebih baik dan saya juga jadi orang lebih baik,” tandas penghobi traveling dan touring dengan motor trail ini. (han/ida)