SEBANYAK 3.248 proyek Kota Semarang 2015 diresmikan secara langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Rabu (20/1). Peresmian bertempat di lapak sementara Pasar Johar yang berada di lingkungan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Arteri Soekarno-Hatta. Didampingi Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto, peresmian diikuti berbagai kalangan mulai Muspida, anggota DPRD, dan jajaran Kepala SKPD Kota Semarang.

Pj Wali Kota Tavip Supriyanto menyampaikan, pada 2015, APBD Kota Semarang sebesar Rp 4.358.328.271.526, yang digunakan untuk belanja langsung sebanyak 3.248 kegiatan oleh 62 SKPD dengan total anggaran Rp 2.674.797.768.626. Dari total anggaran tersebut, berbagai kegiatan pembangunan fisik maupun nonfisik di wilayah pinggiran dan pusat kota telah dilaksanakan.

Untuk pembangunan fisik, antara lain pembangunan dan penataan jalan seperti Jalan Rowosari, Jalan penghubung Tlogosari Kulon ke Bangetayu Genuk, Jalan tembus Kartini – Gajah, Jalan Kedungmundu – Tentara Pelajar, Jalan Suratmo – WR Supratman, Jalan Inspeksi Kali Semarang, pembangunan rehabilitasi Taman Simpang Lima, Taman Hutan Kota Mijen, pembangunan Gedung Paru dan Jantung RSUD Kota Semarang, pembangunan Pasar Rejomulyo, pembangunan eks Pasar Bulu Lama, serta pembangunan Pasar Johar Sementara.

Sementara untuk kegiatan nonfisik, lanjutnya, telah dilaksanakan kegiatan pelatihan-pelatihan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia baik bagi warga maupun aparatur pemerintah.

”Terkait proses pengadaan barang yang sudah kita laksanakan, di antaranya pengadaan alat berat wheel loader, dump truck, pneumatic tyre roller, excavator mini, pengadaan truk tangki tinja, truk arm roll, truk tangki air, truk lift 14 meter, pengadaan bus seperti bus BRT dan shuttle bus serta pengadaan mobil Puskesmas keliling dan mobil jenazah yang ikut dipamerkan pada acara peresmian kegiatan,” terangnya.

Terkait berbagai hasil proyek Kota Semarang 2015, Gubernur Ganjar mengapresiasi. Menurutnya, sebagai ibu kota provinsi, Kota Semarang harus cantik. ”Simpang Lima sudah ditata, Kota Lama juga sudah mulai dibenahi dan dikelola asetnya. Kalau pasarnya beres, destinasi wisata bagus, jalan dan infrastruktur oke, maka pelaksanaan dan pengelolaannya juga harus bersih dan bebas korupsi,” tegas Ganjar.

Sementara saat meresmikan wajah baru Lapangan Pancasila Simpang Lima, Ganjar menyoroti sejumlah masalah, seperti drainase di kawasan lapangan yang masih perlu pembenahan. Tak hanya itu, beberapa titik juga dikoreksi gubernur. Saat menyusuri jalan setapak untuk terapi refleksi, Ganjar menemukan beberapa batu refleksi yang copot. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada pengelola taman dan masyarakat untuk ikut merawat Lapangan Simpang Lima yang pembenahannya menelan biaya hingga Rp 2,3 miliar tersebut.