Silat Jateng Perbanyak Jam Tanding

436
BAKAL KETAT: Nadia Haq Umami (sabuk merah) menjadi salah satu pesilat andalan Jateng untuk meraih medali emas di PON 2016 mendatang. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAKAL KETAT: Nadia Haq Umami (sabuk merah) menjadi salah satu pesilat andalan Jateng untuk meraih medali emas di PON 2016 mendatang. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAKAL KETAT: Nadia Haq Umami (sabuk merah) menjadi salah satu pesilat andalan Jateng untuk meraih medali emas di PON 2016 mendatang. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAKAL KETAT: Nadia Haq Umami (sabuk merah) menjadi salah satu pesilat andalan Jateng untuk meraih medali emas di PON 2016 mendatang. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pencak Silat Jawa Tengah meloloskan 15 atlet melalui babak kualifikasi PON XIX/2016 Jabar bulan November lalu. Kini kontingen pencak silat Jateng akan fokus menambah jam tanding sebelum benar-benar turun di PON yang akan berlangsung September mendatang.

Pelatih silat Jateng, Indro Catur dihubungi kemarin mengatakan, saat pemusatan latihan nanti para atlet silat Jateng akan turun di beberapa kejuaraan berlevel nasional untuk menambah jam terbang mereka. “Silat memang bukan cabang terukur. Tapi di arena pertandingan, bisa menjadi terukur jika menang KO. Karena itu di sisa waktu ini kami juga akan fokus mematangkan pesilat agar benar-benar in pada PON mendatang,” katanya.

Kontingen pencak silat Jateng cukup mampu menunjukkan taringnya pada babak kualifikasi PON beberapa waktu lalu. Total, Jateng berhasil meloloskan 15 pesilat ke ajang multievent empat tahunan tersebut. “Kami tampil full team di nomor tanding, termasuk nomor seni TGR (tunggal ganda regu) putra-putri. Jumlah tersebut melebihi target awal kami dimana awalnya kami mentargetkan 11 pesilat yang lolos,” sambung Indro.

Pada babak kualifikasi PON Wilayah I itu, Indro mengatakan anak-anak Jateng memang mampu tampil trengginas sehingga 10 pesilat di antaranya mampu menembus babak final kualifikasi PON. “Di antara daerah-daerah lain yang menjadi pesaing terberat seperti Jatim maupun Kaltim kami memang lebih unggul. Anak-anak mampu tampil baik di Pra-PON, semoga juga berlanjut di PON mendatang,” sambung pelatih silat nasional itu. (bas/smu)