Sekda Ancam Pecat Oknum PNS

Bila Terlibat Penipuan CPNS

181

SEMARANG – Pemprov Jateng menegaskan akan memberikan sanksi jika terbukti ada oknum PNS yang bermain di belakang penipuan berkedok rekrutmen CPNS. Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono, Selasa (19/1).

”Jika terbukti di balik semua itu ada oknum pemerintahan yang bermain, maka akan kita kenakan sanksi sesuai dengan kesalahannya dan bisa dipecat,” tegasnya. Menurutnya, penipuan yang mencatut nama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng tersebut mencoreng aparatur negara tak terkecuali Pemprov Jateng sendiri.

Berbagai langkah telah dilakukan oleh pihaknya, antara lain koordinasi dengan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah terkait adanya surat edaran palsu tersebut. Selain itu, kepala daerah harus menyosialisasikan kepada masyarakat di daerahnya terkait modus penipuan tersebut. ”Tanda tangan dan stempel itu palsu, dan saya sudah menyurati para bupati dan wali kota bahwa adanya surat edaran tersebut tidak dibenarkan,” lanjutnya.

Pengumuman juga dipasang melalui website resmi BKD Jateng, bahwa selama moratorium pemerintah pusat tidak melakukan rekrutmen CPNS seperti yang disebutkan dalam surat palsu itu. ”Saya juga sudah melaporkan hal itu ke polisi dan masih menunggu nanti tindak lanjutnya,” ujarnya. Beredar kabar sejumlah korban sudah dimintai uang oleh pelaku penipuan.

Terkait proses penerimaan CPNS pihaknya menilai saat ini sudah dalam posisi yang ideal. Di mana proses rekrutmen dilakukan menggunakan sistem komputerisasi. ”Jadi tesnya sudah menggunakan komputer, dia mengerjakan langsung mengetahui nilainya dan nilainya sudah diakses ke pusat,” tuturnya.

Adapun proses pengecekan nilai tersebut juga dilakukan pengawasan oleh beberapa pihak. Antara lain Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri serta Pemprov Jateng sendiri. Pihaknya juga menjamin dalam proses rekrutmen tersebut dipastikan tidak akan bisa melakukan ’titipan’. Melalui proses yang detail tersebut sangat tidak mungkin jika terjadi manipulasi.