Rombak Total Infrastruktur Pariwisata

184
DESTINASI ANDALAN: Kapal motor yang ditumpangi wisatawan melintas di tengah senja di Pantai Tanjung Gelam, Karimunjawa. Kepulauan di Jepara tersebut masih menjadi andalan wisata bahari di Jateng. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
DESTINASI ANDALAN: Kapal motor yang ditumpangi wisatawan melintas di tengah senja di Pantai Tanjung Gelam, Karimunjawa. Kepulauan di Jepara tersebut masih menjadi andalan wisata bahari di Jateng. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
DESTINASI ANDALAN: Kapal motor yang ditumpangi wisatawan melintas di tengah senja di Pantai Tanjung Gelam, Karimunjawa. Kepulauan di Jepara tersebut masih menjadi andalan wisata bahari di Jateng. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
DESTINASI ANDALAN: Kapal motor yang ditumpangi wisatawan melintas di tengah senja di Pantai Tanjung Gelam, Karimunjawa. Kepulauan di Jepara tersebut masih menjadi andalan wisata bahari di Jateng. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mencanangkan 2016 sebagai Tahun Infrastruktur Pariwisata. Menurutnya, infrastruktur pariwisata bisa menjadi kunci penggerak perekononian masyarakat dari berbagai lapisan.

Pariwisata diakui mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). ”Tapi saat ini sarana dan prasarana kurang memadai, khususnya jalan. Nah kita mau bangun yang bagus. Kalau pariwisatanya oke, akan menarik simpul ekonomi kreatif masyarakat,” katanya.

Dia mengaku, di luar pembahasan APBD 2016 yang memfokuskan pada penambahan anggaran pembangunan infrastruktur sekitar objek wisata, sejumlah langkah taktis juga telah dicanangkan. Ide itu didapat ketika bertandang ke Belanda, Oktober 2015 silam. Dia melihat rentetan potret Candi Borobudur menempel manis pada trem-trem di Rotterdam, Amsterdam, dan beberapa kota besar negeri Kincir Angin itu. Peluang itu ditangkap dengan membuat kerjasama pariwisata dengan Belanda. Yaitu dengan merancang paket wisata seperti treking Merapi, tur ke Dieng, atau living in Karimunjawa.