26 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Pernak-Pernik Imlek Mulai Dicari

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi'...

Ultra Super

Dunia listrik Indonesia memasuki era baru --era unit 1.000 MW. Bulan depan, Oktober. Itulah era teknologi ultra super critical. Itulah pembangkit terbesar yang...

BERBURU BARANG IMLEK: Salah satu pembeli sedang melihat lampion gantung untuk memeriahkan Sincia atau yang dikenal Hari Raya Imlek. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBURU BARANG IMLEK: Salah satu pembeli sedang melihat lampion gantung untuk memeriahkan Sincia atau yang dikenal Hari Raya Imlek. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KRANGGAN – Jelang Sincia atau Hari Raya Imlek Februari mendatang, sejumlah toko di daerah Pecinan yang menjual pernak-pernik Imlek, mulai ramai diserbu pembeli. Barang-barang dicari pembeli meliputi lampion, amplop angpao, bunga meiwa, dan hiasan dinding bergambar kera.

Salah satu pembeli pernak-pernik Imlek, Yohana, 32, mengatakan jika dirinya berburu barang-barang berbau Imlek untuk dipasang di kantornya guna memeriahkan Hari Sincia beberapa bari ke depan. ”Rencananya dalam waktu dekat akan dipasang di pintu masuk dan dinding kantor. Barang yang saya cari adalah lampion gantung dan hiasan dinding,” kata karyawan sebuah bank swasta ini, Selasa (19/1) kemarin.

Sementara itu, Lela Styaningtias, salah satu pemilik toko yang menjual pernak-pernik Imlek mengaku mengalami peningkatan tahun ini. ”Penjualannya naik sekitar 200 persen dibanding hari biasa. Kalau hari biasa, yang laku seperti dupa dan lilin yang merupakan sarana wajib untuk sembayang,” ujar pemilik Toko Apple di Jalan Wotgandul ini.

Sementara untuk lampion gantung memiliki harga yang sangat beragam mulai dari Rp 20 ribu untuk ukuran kecil dan mencapai jutaan rupiah untuk ukuran yang besar. Sementara untuk bunga meiwa, dijual dengan harga yang hampir sama. ”Para pembeli, tidak hanya orang-orang keturunan Tionghoa, masyarakat non Tionghoa juga banyak yang membeli aneka pernak-pernik Imlek untuk dipasang di kantor, gereja atau untuk mengubah dekorasi rumah,” katanya. (den/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Mirna Ajak Warga Jadi Pemilih Cerdas

KENDAL — Calon Bupati (Cabup) Kendal Mirna Annisa terus menunjukkan konsistensinya untuk merebut hati warga Kendal di Pilkada Kendal, 9 Desember mendatang. Selain terjun...

Pedagang Buku Stadion Diponegoro Bertahan

SEMARANG– Para pedagang buku di kawasan Stadion Diponegoro Semarang hingga saat ini masih bimbang dan terkesan belum sepenuhnya menerima relokasi yang ditawarkan oleh Dinas...

Persibat Taklukkan Uni Bandung 3-0

BATANG — Persibat Batang, kemarin, berhasil menundukkan PS Uni Bandung, dengan skor 3-0 di kandang sendiri, lapangan sepak bola Sarengat, Batang. Laga...

Pembayaran Ganti Rugi Proyek Tol Semarang-Batang Tak Jelas, Warga Resah

NGALIYAN - Puluhan warga Kelurahan Purwoyoso dan Tambak Aji, mendatangi kantor Kecamatan Ngaliyan untuk melihat pengumuman hasil inventarisasi aset yang terkena proyek tol Batang-Semarang...

More Articles Like This