Kosgoro Desak Karaoke Liar Dibongkar

306

DEMAK- Desakan pembubaran terhadap keberadaan tempat usaha karaoke liar yang menjamur di wilayah Demak datang dari berbagai elemen masyarakat. Bila sebelumnya Majlis Ulama Indonesia (MUI) setempat menolak raperda tempat usaha hiburan yang didalamnya termasuk karaoke, maka penolakan terkait karaoke juga disuarakan elemen masyarakat yang tergabung dalam Kesatuan organisasi serba guna gotong royong (Kosgoro).

Ketua Pimpinan Daerah (PD) Kolektif Kosgoro Demak, Heri Susilo mengatakan, banyaknya karaoke di Kota Wali tersebut cukup memprihatinkan. Menurutnya, bermula dari pendirian warung di pinggir jalan raya lingkar selatan (JLS) Kota Demak, termasuk di wilayah Kecamatan Mranggen, Karangawen dan Kecamatan Kebonagung, kini telah berubah fungsi menjadi tempat karaoke. Bahkan, kata dia, ada pula warung yang diduga dijadikan praktik prostitusi. “Penyimpangan fungsi warung ini telah merusak tatanan sosial dan menciderai nama baik Demak sebagai kota santri dan kota pewaris para wali,” katanya.

Karena itu, Kosgoro berharap elemen masyarakat lainnya untuk peduli terhadap bahaya praktik asusial tersebut. “Demak harus bersih dari praktik karaoke liar dan dugaan prostitusi. Mestinya, Kota Wali dapat mencerminkan sebagai daerah yang santun dan beradab,” katanya.

Karena itu, Kosgoro berharap, instansi terkait dapat mengambil langkah-langkah yang efektif untuk melakukan pembersihan. “Praktik karaoke liar dan dugaan prostitusi yang marak terjadi di sepanjang jalan lingkar termasuk di wilayah Mranggen, Karangawen dan Kebonagung harus segera dibubarkan,” tegasnya.

Menurutnya, warung-warung yang ada tersebut ditata kembali agar sesuai ketentuan yang berlaku. “Kalau ada pelanggaran terhadap undang-undang, maka dapat diambil tindakan tegas,” katanya.

Sebelumnya, Asisten I Setda Pemkab Demak, AN Wahyudi mengungkapkan, Pemkab Demak hingga kini masih menunggu adanya perda usaha tempat hiburan yang sampai sekarang masih digodok di DPRD Demak. Meski demikian, pemkab melalui Satpol PP akan tetap melakukan razia terhadap tempat hiburan tersebut sebagaimana ketentuan yang berlaku. “Razia akan terus dilakukan sebagaimana yang telah berjalan selama ini,” katanya. (hib/zal)