SEMARANG – Transportasi jalur laut memiliki peran penting dalam sirkulasi bisnis di Tanah Air. Mengawali era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Pemerintah diharapkan mampu memproteksi jalur-jalur pelayaran nasional untuk melindungi pengusaha dalam negeri di tengah iklim usaha terbuka di tingkat negara ASEAN ini.

Menurut Direktur Utama (Dirut) PT Darma Lautan Utama (DLU) Erwin H Poedjono, proteksi perlu dilakukan agar tidak semua jalur pelayaran bisa dimasuki oleh pengusaha asing. “Pemerintah sebagai regulator, juga berfungsi sebagai stabilitator. Pemerintah harus menjaga iklim industri di dalam negeri tetap sehat. Jadi, agar tidak semua jalur pelayaran di dalam negeri boleh dimasuki pengusaha asing,” tegasnya.

Ditambahkan, transportasi laut sangat penting bagi bangsa Indonesia. Dia mewanti-wanti bahwa dalam era MEA, jangan sampai usaha di Tanah Air justru malah dikuasai oleh pengusaha asing. “Pengusaha-pengusaha dalam negeri harus siap menghadapi dan mendominasi jalur-jalur pelayaran. Kalaupun ada pengusaha asing yang masuk ya hendaknya tidak berlebihan,” katanya.

Dalam Rapat Kerja Nasional PT DLU di Yogyakarta, pekan lalu, perwakilan dari 35 cabang se-Indonesia telah merekomendasikan soal pentingnya proteksi jalur laut tersebut.

Komisi VI DPR RI, Bambang Harjo Sukartono yang juga hadir mengatakan, memang ada jalur-jalur yang harus diproteksi oleh pemerintah. “’Jadi, tidak semua jalur pelayaran di Indonesia bisa dimasuki perusahaan asing. Ada jalur-jalur yang harus diproteksi oleh pemerintah. Ini penting untuk menjuga keseimbangan iklim usaha pelayaran dan penyeberangan di Indonesia,” terangnya.

Menurut dia, selama ini, iklim usaha Indonesia belum mencerminkan kesiapan persaingan usaha dengan negara-negara ASEAN. Karena itu, dia berharap pemerintah tetap melindungi pengusaha dalam negeri.

Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan akan terjadi persaingan ketat di dunia pelayaran di Indonesia. Tidak hanya modal investasi bisa masuk bebas ke Indonesia, tetapi juga tenaga kerja terampil dan jasa, bebernya. (amu/smu)