(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Isu adanya jual beli lapak pedagang Pasar Johar di tempat relokasi sementara di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), semakin santer diperbincangkan di kalangan pedagang. Pasalnya, ada pedagang yang sebelumnya tidak memiliki lapak, kini tiba-tiba mendapatkannya. Karena itulah, Dinas Pasar Kota Semarang, dituntut segera bertindak agar tidak terjadi penyelewengan.

Dwi Warsono, salah satu pedagang pigura dan kaca di Pasar Johar mengaku kerap mendengar selentingan dari para pedagang tentang adanya praktik jual beli tersebut.

”Saya mendengar itu di kalangan pedagang sendiri. Sementara di Dinas (Dinas Pasar, Red) tidak ada. Sebab mereka justru meminta tolong pedagang ketika ada hal demikian, untuk segera dilaporkan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di sela-sela mengikuti pengundian lapak di tempat relokasi sementara, Selasa (19/1) kemarin.

Ia mengungkapkan, para pedagang luar Pasar Johar yang ingin mendapatkan lapak di tempat tersebut diminta untuk mengeluarkan sejumlah uang kepada ketua kelompok. Uang itu, menurutnya, akan diberikan kepada salah satu oknum di Dinas Pasar. ”Bayarannya bisa mencapai ratusan ribu rupiah,” imbuhnya.