TERJUNKAN ANJING PELACAK: Olah TKP di rumah Notaris Supriyono langsung dilakukan aparat kepolisian dengan memasang police line dan memeriksa CCTV di depan RSIA Ananda. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERJUNKAN ANJING PELACAK: Olah TKP di rumah Notaris Supriyono langsung dilakukan aparat kepolisian dengan memasang police line dan memeriksa CCTV di depan RSIA Ananda. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERJUNKAN ANJING PELACAK: Olah TKP di rumah Notaris Supriyono langsung dilakukan aparat kepolisian dengan memasang police line dan memeriksa CCTV di depan RSIA Ananda. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERJUNKAN ANJING PELACAK: Olah TKP di rumah Notaris Supriyono langsung dilakukan aparat kepolisian dengan memasang police line dan memeriksa CCTV di depan RSIA Ananda. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MIJEN – Rumah milik Notaris Supriyono, di Kampung Bandungsari, Gang Hutan, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang dikuras pencuri, Selasa dini hari (19/1) kemarin. Harta benda berupa emas batangan seberat 30 gram, empat buah sertifikat tanah dan uang tunai Rp 7 juta raib tak bersisa.

Aksi pencurian terjadi, ketika pemilik rumah sedang tertidur lelap. Sementara, pelaku yang diduga lebih dari satu orang, berhasil masuk rumah korban dengan cara mencongkel jendela samping kanan rumah.

”Baru ketahuan tadi pagi, pas bangun tidur ada kondisi rumah berantakan. Jendelanya jebol. Semalam itu, istri saya tidur sekitar pukul 10 malam,” kata Supriyono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (19/1) kemarin.