PEKALONGAN – Warga Sokoduwet, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan meyakini gugatan mereka dalam sidang terkait ganti rugi Tol Batang – Pemalangyang telah diubah benar karena tidak kabur.

Hal tersebut disampaikan saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Pekalongan, Senin (18/1). Melalui penasehat hukumnya Yurofiqun, pada sidang ke 4 sengketa proyek jalan tol Batang – Pemalang tersebut dirinya menyampaikan isi repliknya bahwa materi gugatan yang telah diubah tidak kabur. “Saya yakin gugatan kita, tetap benar. Walaupun ada beberapa perubahan,” ucapnya usai sidang.

Ditambahkan, bahwa petitum dan fundamentum petendi dalam gugatan yang telah disusun, terdapat kolerasi atau terhubung. Sehingga dalam replik atas jawaban tergugat dalam eksepsi sidang, diyakini gugatan mereka tersebut tidak kabur.

Selain itu dalam replik sidang tersebut, penasehat hukum juga memohon kepada Majelis Hakim agar dapat mengabulkan materi gugatan yang telah diubah tersebut. Yang mana ada perubahan gugatan, dari sebelumnya menuntut perpindahan lokasi tanah, menjadi nilai ganti rugi lahan mereka yang kena tol.

Dia menambahkan, sidang berikutnya akan kembali digelar pada Kamis mendatang. Dengan agenda duplik, yaitu penyampaian jawaban dari pihak tergugat atas replik hari ini. Yaitu BPN Kota Pekalongan dan Lurah Sokoduwet.

Sementara itu, luas tanah yang akan dibebaskan untuk pembangunan jalan tol Pemalang-Batang di Kelurahan Soko Duwet 11.641 meter persegi. Tanah tersebut terdiri dari 55 bidang. Sebanyak 49 bidang tanah milik pribadi, empat bidang tanah milik negara dan dua bidang tanah milik instansi. Dari 49 bidang tanah milik pribadi tersebut, 41 bidang sudah bersertifikat (milik 41 warga). Sementara delapan bidang lainnya belum bersertifikat.