Tetap Ditahan Polda, Wadul Komnas HAM

354
SAKIT JANTUNG: Bos KSP Intidana Handoko terbaring lemah dan harus diinfus di rumah tahanan Mapolda Jateng. (PRAMUDYA FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAKIT JANTUNG: Bos KSP Intidana Handoko terbaring lemah dan harus diinfus di rumah tahanan Mapolda Jateng. (PRAMUDYA FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

SAKIT JANTUNG: Bos KSP Intidana Handoko terbaring lemah dan harus diinfus di rumah tahanan Mapolda Jateng. (PRAMUDYA FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAKIT JANTUNG: Bos KSP Intidana Handoko terbaring lemah dan harus diinfus di rumah tahanan Mapolda Jateng. (PRAMUDYA FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ketua sekaligus pendiri Koperasi Simpan Pinjam Intidana (KSP) Intidana Handoko masih mendekam di sel tahanan Polda Jateng. Tersangka kasus dugaan penipuan cek kosong yang dilaporkan bos Kapas Selection dan Cinderella Heryanto Tanaka itu tampak shock. Bahkan, Handoko harus dirawat intensif di RS Bhayangkara Semarang selama tiga hari. Padahal sesuai putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada sidang praperadilan, Jumat (15/1) lalu, harusnya Handoko dibebaskan dari tahanan.

Merasa tidak mendapatkan keadilan, tim kuasa hukum Handoko, Dr Pramudya SH MHum pun mengadukan hal tersebut ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Laporan diterima salah satu komisioner Komnas HAM, Siane Indriani, dengan nomor agenda laporan 106.471.

Menurut Pramudya, dalam putusan praperadilan yang dipimpin hakim tunggal PN Semarang jelas memerintahkan Polda Jateng untuk membebaskan Handoko. Dia mengatakan kedatangannya ke Komnas HAM untuk mengajukan surat permohonan perlindungan atas terjadinya pelanggaran hukum dan HAM terhadap kliennya, yang kini masih ditahan di rumah tahanan (Rutan) Mapolda Jateng. Kondisi Handoko sendiri cukup memprihatinkan. Karena kini dalam kondisi sakit jantung dan harus diinfus di dalam tahanan.

Silakan beri komentar.