Taman Gajah Mada Harus Bebas PKL

1035
RTH PUBLIK: Taman Gajah Mada yang terletak di Kelurahan Karangsari Kecamatan Kendal Kota kondisinya masih perlu pembenahan dan perawatan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RTH PUBLIK: Taman Gajah Mada yang terletak di Kelurahan Karangsari Kecamatan Kendal Kota kondisinya masih perlu pembenahan dan perawatan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RTH PUBLIK: Taman Gajah Mada yang terletak di Kelurahan Karangsari Kecamatan Kendal Kota kondisinya masih perlu pembenahan dan perawatan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RTH PUBLIK: Taman Gajah Mada yang terletak di Kelurahan Karangsari Kecamatan Kendal Kota kondisinya masih perlu pembenahan dan perawatan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Diperlukan pengelolaan yang serius terhadap Taman Gajah Mada yang baru saja selesai dibangun. Hal itu mengingat, taman tersebut bisa menjadi paru-paru kota.

Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kendal, Kunto Nugroho disela peresemian taman yang dibangun dengan biaya Rp 4,5 miliar dari Kementrian PU. “Jangan sampai timbul kesan hanya untuk menghabiskan anggaran, yakni membangun saja tetapi tidak bisa merawat dan mengelolanya,” ujarnya, Senin (18/1).

Beberapa hal yang harus segera dilakuakn perbaikan adalah akses jalan masuk area tersebut. Mengingat taman tersebut nantinya untuk aktivitas publik, sehingga masyrakat harus merasakan kenyamanannya ketika memanfaatkan taman tersebut. “Saya sudah meminta kepada dinas terkait agar akses jalan masuk rusak segera dibenahi,” katanya.

Selain melakukan perawatan dan perbaikan infrasutruktur di area taman, salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Pemkab menjadikan taman tersebut merupakan kawasan larangan PKIL. “Jangan sampai nanti di setiap gazebo yang ada di taman ini berubah menjadi kios makanan dan lapak PKL. Jadi harus bersih, tidak boleh PKL beroperasi dan bebas masuk ke taman,” tegasnya.