Pasar Johar Baru Tetap 2 Lantai

Pembiayaan Berasal 4 Sumber

237
UNDIAN LAPAK: Para pedagang Johar saat mengambil nomor undian lapak di tempat relokasi sementara Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (18/1) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNDIAN LAPAK: Para pedagang Johar saat mengambil nomor undian lapak di tempat relokasi sementara Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (18/1) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNDIAN LAPAK: Para pedagang Johar saat mengambil nomor undian lapak di tempat relokasi sementara Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (18/1) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNDIAN LAPAK: Para pedagang Johar saat mengambil nomor undian lapak di tempat relokasi sementara Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (18/1) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan bahwa konsep pembangunan Pasar Johar ke depan tetap mengacu pada konsep bangunan Pasar Johar yang lama. Bangunan terdiri atas dua lantai beserta pilar-pilarnya. ”Fungsi heritage tetap menjadi komitmen kami. Pasar Johar tetap menjadi pasar tradisional,” ungkap Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Bappeda Kota Semarang, M. Farchan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (18/1).

Ia menjelaskan, ada tiga kawasan yang harus menjadi pijakan dalam konsep pembangunan Pasar Johar. Yakni, kawasan Pasar Johar itu sendiri, kawasan alun-alun, dan kawasan Masjid Besar Kauman.

Menurut dia, tiga kawasan itu wajib diperhatikan sebagai simpul mempertahankan identitas Pasar Johar. ”Tiga kawasan itu juga harus saling mendukung tanpa menenggelamkan salah satu fungsi kawasan,” katanya.