Dewan Desak Diusut Tuntas

Korban Penipuan Datangi Kantor BKD

154

SEMARANG – Penipuan penerimaan CPNS yang mencatut nama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng diharapkan diusut tuntas. DPRD Jateng berpendapat, penipuan tersebut bukan persoalan yang biasa. Sebab, bagi sebagian masyarakat, PNS masih menjadi pekerjaan impian.

Anggota Komisi A DPRD Jateng Sriyanto Saputro mengatakan dalam hal ini nama BKD dirugikan. ”Kami mendesak diusut tuntas. Siapa tahu memang melibatkan oknum di internal BKD. Karena yang tahu model tanda tangan orang BKD, itu kan biasanya orang internal,” ujarnya, Senin (18/1).

Menurutnya, aksi penipuan itu bisa menjerumuskan masyarakat. Dia mengatakan penipuan rekrutmen CPNS memang bukan kali pertama terjadi. Beberapa tahun lalu banyak kasus serupa yang menyeret nama pejabat pemprov dan DPRD Jateng. ”Ada kasus yang melibatkan oknum anggota DPRD, pejabat provinsi, karena saat itu mereka menjadi calo dan terbukti,” ujarnya.

Selain itu, BKD harus memberikan sosialisasi terkait masih diberlakukannya moratorium penerimaan CPNS. Menurutnya, adanya moratorium penerimaan CPNS oleh pemerintah pusat juga harus ditinjau. Pasalnya kebutuhan PNS di segala sektor saat ini masih jauh dari kata ideal.

Sementara itu, terkait penipuan rekrutmen CPNS, beberapa orang kemarin mendatangi kantor BKD Jateng di Jalan Stadion Selatan. Mereka datang sebab dalam surat undangan palsu, pada Senin (18/1) mereka diminta datang untuk mengambil SK CPNS. Dalam surat abal-abal tersebut bahkan terdapat tanda tangan mantan Kepala BKD Jateng Arief Irwanto yang kini menjadi Penjabat (Pj) Bupati Kebumen.

Kepala Bidang Pengembangan Pegawai BKD Jateng, Tubayanu mengatakan sebanyak 4 korban penipuan pada Senin (18/1) mendatangi kantornya untuk meminta kejelasan isi surat tersebut. ”Tetapi setelah kami berikan penjelasan, mereka pulang,” katanya. Empat orang tersebut berasal dari Kabupaten Demak, Kabupaten Batang, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Klaten.