PEKALONGAN – Masyarakat Indonesia diminta untuk tidak takut terhadap aksi terorisme. Hal ini dikatakan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu saat hadir di Pekalongan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kanzus Sholawat bimbingan Habib Luthfie bin Yahya.

Menurut Menhan, sesuai instruksi Presiden Jokowi bahwa seluruh masyarakat, TNI, dan Polri harus meningkatkan kewaspadaannya namun tidak boleh merasa takut. “Tidak boleh takut sama teroris, namun semua tetap perlu waspada,” ucapnya.

Ryamizard menjelaskan, aksi terorisme kini menjadi musuh bersama umat manusia, bukan hanya musuh umat Islam saja. Untuk itu masyarakat diminta tidak takut dan diminta melawan aksi terorisme. Dia mengecam serangan pelaku teror di Sarinah yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Menurutnya agama Islam tidak pernah mengajarkan aksi terorisme yang keji dengan cara menghilangkan nyawa orang lain.

Sementara itu, peringatan Maulid Nabi Kanzus Sholawat sudah digelar sejak, Jumat (15/1) dengan kegiatan Nikah Massal di Gedung Kanzus Sholawat. Kemudian dilanjutkan dengan Konferensi Mursyid dan Ulama Thariqoh se-Indonesia dan Rotibul Kubro. Konferensi Mursyid Thariqoh ini bakal digelar di ballroom lantai 3 Hotel Santika, di hari yang sama. Yang mana dihadiri sejumlah ulama dari luar negeri.

Kemudian, pada Sabtu (16/1) digelar Kirab Merah Putih. Disambung Silaturahmi Mursyid Thoriqoh di Gedung HA Djunaid di komplek Pondok Pesantren Buaran. Siang hari digelar Pawai Panjang Jimat.

Sedangkan puncak acara Maulid sendiri digelar pada Minggu di Gedung Kansus Sholawat Jalan Dr Wahidin, mulai pukul 07.00 WIB. Pada acara tersebut dihadiri 10 ribu lebih tamu undangan dari berbagai daerah dan sejumlah ulama dari luar negeri yang akan memberikan ceramah pada kegiatan maulidurrasul. Dengan menghadirkan ulama se Indonesia dan beberapa negara sahabat. (han/ric)